Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir
Klikwarta.com, Yogyakarta - Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta diharapkan menjadi etalase kemajuan sekaligus sosok ibu yang mengayomi 16 Perguruan Tinggi ‘Aisyiyah (PTA) di seluruh Indonesia.
Harapan tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam resepsi Milad ke-35 Unisa Yogyakarta pada Rabu (14/10) di Hall Walidah Dahlan, Unisa Yogyakarta.
Haedar mengatakan, Unisa Yogyakarta perlu menjadi teladan atau role model bagi perguruan tinggi ‘Aisyiyah lainnya, baik dari segi kualitas, keunggulan, maupun dampak yang diberikan kepada masyarakat.
“Unisa Yogyakarta tentu mesti menjadi role model dari perguruan tinggi ‘Aisyiyah yang terbaik, yang terunggul, dan dalam segala hal yang bersifat positif, termasuk tentu dampaknya,” katanya.
Menurut Haedar, berbagai capaian dan prestasi yang diraih Unisa Yogyakarta perlu didiseminasikan kepada PTA lain di seluruh Indonesia sebagai bagian dari gerakan bersama. Kemajuan satu perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus memudahkan perguruan tinggi lainnya untuk berkembang.
“Karena biasanya, kalau yang satu ini, yang role model ini, sudah maju, sudah unggul, sudah melesat, maka akan lebih mudah bagian lain untuk meniru,” imbuhnya.
Selain menjadi etalase kemajuan dan teladan bagi PTA lainnya, Unisa Yogyakarta juga diharapkan berperan layaknya seorang ibu yang mengayomi, membimbing, serta memberikan kasih sayang seluas samudra kepada perguruan tinggi ‘Aisyiyah lainnya.
Dalam menjalankan peran tersebut, Unisa Yogyakarta tidak boleh hanya berorientasi pada kemajuan institusinya sendiri. Sejak awal didirikan sebagai universitas pertama milik ‘Aisyiyah, Unisa Yogyakarta telah dirancang untuk menjadi pionir sekaligus pembuka jalan bagi perkembangan perguruan tinggi ‘Aisyiyah lainnya.
Haedar menegaskan, peran sebagai ibu bagi PTA lain tidak cukup dijalankan oleh institusi secara kelembagaan, tetapi juga harus diwujudkan oleh seluruh sivitas akademika Unisa Yogyakarta.
Di lingkungan Muhammadiyah, Unisa Yogyakarta juga diharapkan menjadi pusat penggerak dalam pengembangan perguruan tinggi unggul. Hal ini mencakup pembangunan sistem kelembagaan, penguatan budaya akademik, serta pembentukan pola pikir atau state of mind yang berorientasi pada keunggulan.
Berbagai harapan tersebut diharapkan menjadi pemacu bagi Unisa Yogyakarta untuk memperluas jangkauan dan kontribusinya pada masa mendatang. Peran itu tidak hanya terbatas di tingkat nasional, tetapi juga dalam pergaulan global.
Haedar menjelaskan, perluasan kiprah internasional tidak cukup diwujudkan melalui penguatan institusi, tetapi juga harus tercermin dalam kapasitas sivitas akademika, khususnya mahasiswa yang berprestasi dan memiliki daya jelajah internasional.
(Kontributor : Arif)








