Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti
Klikwarta.com, Kabupaten Bogor - Hari pertama menjadi murid Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 7 Bogor membuka babak baru bagi Misel. Murid kelas VII yang memiliki ketertarikan pada bidang fisika, sains, komputer, koding dan kecerdasan artifisial (AI), serta bahasa Inggris itu menyimpan satu mimpi besar: menjadi peneliti.
Misel mungkin belum pernah berdiri di podium untuk menerima medali lomba. Namun, baginya, hal itu bukan batas untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Kesempatan menjadi bagian dari angkatan pertama SNT 7 Bogor membuatnya semakin bersemangat untuk mengenali potensi diri dan membawanya ke tingkat yang lebih tinggi.
“Saya sekolah di sini karena ingin memiliki fasilitas yang lebih baik, mengejar akademik saya, dan meningkatkan diri ke tingkat yang baru,” ujar Misel di sela kegiatan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SNT 7 Bogor, Senin (10/8).
Ketertarikan Misel pun tidak berhenti pada satu bidang. Ia ingin terus mendalami sains dan komputer, sekaligus memperluas wawasannya. Kelak, ia bercita-cita menjadi peneliti yang mendalami makhluk hidup dan sejarah.
“Saya ingin menjadi anak yang lebih berprestasi lagi, memiliki banyak kemampuan, dan ingin membahagiakan orang tua saya,” katanya.
Cerita Misel menggambarkan bahwa potensi seorang anak tidak semata-mata ditentukan oleh medali, piala, atau prestasi yang telah diraih. Setiap murid memiliki minat, kemampuan, dan potensi yang dapat terus ditemukan serta dikembangkan melalui lingkungan belajar yang mendukung.
Kepala SNT 7 Bogor, Fitriyani, mengatakan bahwa pemetaan awal terhadap murid angkatan pertama menunjukkan keragaman potensi yang besar, mulai dari bahasa, sains, hingga seni. Ada murid yang telah memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan Arab, berprestasi dalam olimpiade, serta memiliki talenta seni. Bahkan, salah seorang murid memiliki pengalaman di bidang seni tari hingga mewakili Indonesia di tingkat internasional.
“Dalam kondisi awal, kami sudah melihat begitu banyak potensi bakat dan minat yang sangat luar biasa. Ada anak-anak yang potensinya di bahasa, sains, hingga seni,” tutur Fitriyani.
Keragaman tersebut menjadi salah satu pijakan SNT 7 Bogor dalam membangun lingkungan belajar yang memberi kesempatan kepada setiap murid untuk berkembang sesuai dengan potensi masing-masing.
“SNT, salah satunya SNT 7 Bogor, akan didesain untuk memfasilitasi seluruh potensi bakat dan minat,” ujarnya.
Menurut Fitriyani, proses pendidikan di SNT tidak hanya diarahkan pada kemampuan akademik. Murid juga akan mendapatkan ruang untuk mengeksplorasi berbagai bidang sehingga dapat semakin mengenali kekuatan dirinya dan memperoleh pendampingan untuk mengembangkannya.
Pengembangan potensi tersebut turut didukung melalui pemanfaatan fasilitas sekolah. Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SNT 7 Bogor, Muharsyad Al Azip, mencontohkan lapangan futsal sintetis yang dapat dimanfaatkan murid secara rutin melalui kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan talenta olahraga.
Pengembangan talenta di SNT juga berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Menurut Fitriyani, kemampuan akademik dan berbagai talenta yang dimiliki murid perlu ditopang karakter yang kuat agar mereka memiliki bekal yang utuh untuk menghadapi masa depan.
“Karena ketika pintar saja, tapi karakternya tidak kita asah, itu menjadi sesuatu yang sangat perlu kita pertimbangkan. Jadi karakter itu pun menjadi bagian dari visi besar Sekolah Nasional Terintegrasi di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Arah tersebut sejalan dengan konsep integrasi yang menjadi dasar pengembangan SNT. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa integrasi dalam SNT tidak hanya menyangkut jenjang pendidikan maupun bangunan sekolah, tetapi juga keseluruhan ekosistem pendidikan yang mendukung perkembangan murid.
“Jadi yang diintegrasikan bukan hanya jenjang dan bangunannya, tetapi juga pembelajaran, pengembangan guru, pembinaan karakter, pengembangan talenta, pemanfaatan fasilitas, dan penjaminan mutu. Dengan demikian perkembangan murid dapat didampingi secara lebih utuh dan berkelanjutan,” ujar Mendikdasmen di SNT 7 Bogor, Jawa Barat, Senin (10/8).
Melalui pendekatan tersebut, SNT diharapkan menjadi ruang tempat setiap murid tidak hanya belajar, tetapi juga mengenali dirinya, menemukan kekuatannya, mengembangkan talenta, dan membangun karakter untuk berani menata cita-cita masa depan.
Bagi Misel, perjalanan itu baru saja dimulai. Dari ketertarikannya pada sains, komputer, dan berbagai bidang pengetahuan, kini ia memiliki ruang yang lebih luas untuk belajar dan mengejar mimpinya menjadi seorang peneliti. (**)








