Etika Bersosial Media dalam Kehidupan di Era Digital

Senin, 19/05/2025 - 19:56
Ilustrasi tangan menggenggam handphone dengan layar yang  menampilkan platform media sosial.  Foto: Pexels/Tracy Le Blanc

Ilustrasi tangan menggenggam handphone dengan layar yang menampilkan platform media sosial. Foto: Pexels/Tracy Le Blanc

Oleh : David Ihza Alfahri (Mahasiswa Penerbitan Politeknik Negeri Jakarta)

 

Klikwarta.com - Di era pesatnya perkembangan teknologi, media sosial hadir sebagai bagian dari kehidupan yang menjelma menjadi ruang baru untuk membangun komunikasi. Tak hanya itu, media sosial juga menjadi platform untuk mengekspresikan diri hingga menjadi hiburan tanpa batasan ruang dan waktu.

Melalui platform media sosial seperti Twitter, Tiktok, dan Instagram telah menjelma menjadi ruang digital dimana cara berpikir dan berperilaku masyarakat dibentuk, di tengah arus era digital yang terus bergerak tanpa jeda.

Namun, ketika batas ruang dan waktu tak lagi ada, media sosial menawarkan kemudahan dalam mengakses berbagai informasi. Sayangnya, tidak semua informasi dalam media sosial bernilai positif.

Arus informasi yang terus mengalir, tanpa jeda dan mustahil untuk disaring kerap meninggalkan jejak konten berbasis kekerasan verbal hingga ujaran kebencian yang menjadi ancaman. Terutama bagi generasi muda. 

Salah satu bentuk kekerasan digital yang sering kali ditemukan yaitu Cyberbullying. Perundungan pada linimasa, suatu kekerasan yang tidak hanya melukai fisik, melainkan luka yang muncul oleh jari-jari yang diketik dalam bentuk kalimat yang menjelma menjadi ujaran kebencian. Meski tak tersentuh langsung, tetapi bisa mempengaruhi emosional dan psikologis siapapun yang membacanya.

Berdasarkan riset Indonesia Indicator (i2), kekerasan digital pada anak sering terjadi di media sosial. Melalui riset “Tren Kekerasan Digital Pada Anak”, tercatat bahwa jumlah kekerasan pada anak mencapai 24.876 ribu unggahan, serta mencapai 3.004.014 engagement dalam kurun beberapa waktu terakhir. Data ini menunjukkan betapa rentannya generasi muda terhadap perundungan digital  di media sosial.

Ketiadaan etika bersosial media kerap menjadi pemicu utama dalam masalah ini. Seperti yang sering ditemukan dalam berbagai platform, seseorang dapat dengan mudah menyebarkan informasi palsu tanpa berpikir panjang, perundungan digital, hingga menyudutkan orang lain.

Kehadiran Etika menjadi hal esensial dalam bersosial media, yang perlu ditanamkan dalam berperilaku bagi setiap individu, sesuai dengan nilai dan norma masyarakat di era digital. Penerapan etika bertujuan untuk menciptakan dunia yang positif dan inklusif bagi setiap penggunanya.

Etika bersosial media mencerminkan kesadaran untuk berpikir sebelum bertindak. Dengan mempertimbangkan dampak dan memastikan kebenaran informasi tanpa menyakiti pihak lain. Menghormati privasi orang lain seperti tidak menyebarkan informasi pribadi atau jejak digital seperti foto dan video tanpa izin juga menjadi prinsip penting yang perlu ditanamkan kepada masyarakat di era digital.

Selain itu, pengguna media sosial perlu menghindari segala bentuk kebencian dan perundungan di dunia digital, karena dampaknya dapat merusak mental dan emosional seseorang.

Penting bagi setiap pengguna untuk menggunakan media sosial secara bijak. Jika hal ini berhasil, maka media sosial dapat menjadi sarana platform yang edukatif, dengan menjadikan nya sebagai wadah untuk memperluas jaringan komunikasi dan inspirasi. Penggunaan bahasa dan perilaku yang baik sesuai dengan kaidah serta nilai-nilai sosial juga menjadi cerminan lingkungan digital yang sehat.

Sementara itu, pengendalian diri menjadi bagian dalam etika bersosial media. Etika tidak hanya mencakup tentang bagaimana individu memperlakukan individu lain, tetapi bagaimana cara diri sendiri merespon dan bertanggung jawab atas apa yang diunggah.

Terkadang, media sosial kerap menjadi tempat yang nyaman bagi banyak orang untuk mengekspresikan apa yang dirasakannya. Pada platform media sosial, orang-orang bisa secara bebas mencurahkan isi hatinya, baik ketika sedih, senang, ataupun marah.

Namun, dibalik kenyamanan nya juga bisa menyimpan potensi atas dampak emosional. Seperti ketika scroll linimasa media sosial, tak sedikit juga seseorang akan menemukan beragam perdebatan, konflik, dan ungkapan negatif yang terkadang dapat mempengaruhi emosi pembacanya.

Terkadang ketika kondisi mental terasa kurang stabil, paparan atas konten-konten negatif justru bisa meninggalkan beban tambahan, sehingga emosi menjadi terpecah dan perhatian pun teralihkan dari diri sendiri menuju hal-hal yang tidak dialami secara langsung.

Memang benar, bahwa setiap orang berhak untuk mengekspresikan dirinya di media sosial, karena apa yang dirasakannya itu valid. Tetapi, di sisi lain setiap unggahan juga ternyata bisa mempengaruhi pikiran seseorang di dunia nyata.

Bersikap bijak dan bertanggung jawab dalam berbagi unggahan merupakan bagian dari etika di dunia digital. Perlu dipertimbangkan bahwa media sosial merupakan ruang bersama. Apa yang seseorang unggah tidak hanya menjadi konsumsi pribadi, namun juga dapat dilihat oleh banyak orang dengan berbagai emosi dan latar belakang yang berbeda.

Oleh karena itu, menjaga etika bukan sekedar tentang apa yang kita bagikan, tetapi bagaimana cara kita hadir dan berperan. Etika tergambar dari sikap menghargai perbedaan, menghindari ujaran kebencian, serta memilih kata yang membangun tanpa menjatuhkan.

Etika bermedia sosial sejatinya merupakan dasar bagi setiap individu dalam menciptakan kehidupan yang positif di era digital. Menerapkan etika yang tidak hanya menjaga kenyamanan pribadi, melainkan juga menjadi bentuk kontribusi dalam menciptakan kehidupan digital yang sehat dan positif antar penggunanya. Menggunakan media sosial memang menjadi hak bagi setiap individu, namun hal ini harus disertai dengan tanggung jawab.

Maka dari itu, pilihlah dengan bijak, karena satu unggahan berdampak besar bagi diri sendiri maupun orang lain. Mari bersama-sama menjadi pengguna media sosial yang bijak, dengan membangun masa depan terhadap ruang digital yang aman, sehat, dan positif

Berita Terkait