Mengenal Filsafat, Akar dari Segala Ilmu Pengetahuan

Rabu, 05/07/2023 - 20:42
Ilustrasi: Freepik

Ilustrasi: Freepik

Oleh : Naela Marcelina/Politeknik Negeri Jakarta

Dunia akan terus berkembang dengan teknologi yang dikembangkan manusia itu sendiri. Meski sebagian orang tidak siap menerima perubahan yang akan menewaskan nasibnya. Teknologi yang berkembang hampir mengendalikan manusia merupakan rekayasa dari ilmu pengetahuan.

Pernahkah terlintas dipikiran Anda bagaimana jika dunia ini tidak ada ilmu pengetahuan? Tanpa adanya ilmu pengetahuan tentu kehidupan tidak akan pernah berkembang. Tidak ada artificial intelligence (kecerdasan buatan)  yang memudahkan tugas anak sekolah hingga kuliah. Semua dipermudah berkat rekayasa dari ilmu pengetahuan.

Ilmu pengetahuan mulai berkembang menyesuaikan zaman. Bukan hanya ilmu, akan tetapi pekerjaan juga seperti itu. Dahulu terdapat pekerjaan ‘nyalain lilin’. Sekarang profesi itu berganti dengan teknisi listrik. Karena manusia berhasil merekayasa ilmu pengetahuan sehingga menghasilkan listrik yang memudahkan kehidupan manusia.

Namun, pernahkan terlintas dipikiran Anda bagaimana sebuah ilmu pengetahuan bisa muncul? Yap, tanda tanya. Ilmu pengetahuan hadir dan berkembang karena adanya pertanyaan dari rasa keingintahuan manusia.

Mengenal Filsafat

Filsafat adalah akar dari segala ilmu pengetahuan. Berasal dari bahasa Yunani Kuno yakni philein atau philos yang berarti cinta atau sahabat, dan sophia atau sophos yang berarti kebijaksanaan. Untuk lebih mudah dimengerti filsafat adalah ilmu cara berpikir.

Filsafat ini merupakan disiplin ilmu yang berusaha menjawab pertanyaan dasar mengenai alam semesta, manusia, dan pengetahuan. Sehingga membantu manusia memahami makna dan keberadaannya di dalam alam semesta yang luas.

Melalui filsafat, manusia dapat memperoleh pemahaman yang mendalam tentang hakikat dirinya sendiri, alam semesta, pengetahuan, dan eksistensi. Filsafat mengajarkan untuk bertanya, merenung, dan berpikir kritis dalam mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang hidup dan tempat di dalam dunia ini.

Meski pertanyaan dasar, akan tetapi manusia cerdas akan terus bertanya dan berekayasa. Melihat contoh pada zaman dahulu tidak ada listrik, telepon genggam, dan internet. Berkat rasa keingintahuan salah satu manusia cerdas semua itu hadir dengan proses yang sulit.

Namun, berkat penemuannya manusia bisa lebih mudah menjalani hidup dan sejahtera. Maka dari itu ilmuwan yang berhasil melahirkan teknologi dikenang dan tercatat dalam sejarah.

Kemunculan Artificial Intelligence

Filsafat banyak membawa pengetahuan baru yang dikembangkan oleh manusia. Membawa manusia hidup lebih mudah dengan hasil teknologi yang berkembang. Seperti yang sudah disinggung diawal mengenai artificial intelligence (kecerdasan buatan). 

Berkat kecerdasan buatan, manusia semakin terlena dengan kemudahan. Kasus ini yang perlu ditangani. Jangan sampai pengetahuan yang mengendalikan manusia. Sebagai pencipta kecerdasan itu sendiri manusia harusnya bisa mengendalikan.

Dengan adanya kecerdasan buatan manusia bisa lebih mengeksplorasi hal baru yang tentunya bermanfaat. Namun, harus berada di lingkaran positif. Jangan sampai keluar zona merah dan merugikan diri sendiri dan orang lain.

Kebermanfaatan Ilmu Filsafat

Sudah banyak orang cerdas yang bermunculan. Namun, tidak semua menggunakan ilmunya dengan baik. Tindak kejahatan juga terjadi karena kepintaran manusia. Contohnya hacker, seharusnya orang tersebut bisa memanfaatkan ilmunya menciptakan sesuatu yang lebih bermanfaat dan menguntungkan bukan merusak sistem IT sebuah perusahaan yang diinginkan.

Seperti pada  arti dari bahasa Yunani Kuno filsafat adalah cinta dan kebijaksanaan. Sehingga tujuan dari filsafat bukan hanya menjadikan manusia pintar, akan tetapi bisa menjalani hidup dengan bijak. Filsafat akan ada disetiap ilmu pengetahuan  yang hadir seiring perkembangan zaman.

Pemberian gelar PhD (Doctor of Philosophy) pada seseorang yang berhasil menempuh jenjang S3 memiliki alasan. Hal ini dilakukan untuk mengingatkan dunia bahwa, seberapa pintar seseorang dalam suatu bidang, pasti harus mempelajari filsafat sebagai dasar ilmunya. 

Berita Terkait