Hama Ulat Kantung Serang Kelapa Sawit PTPN IV Unit Kebun Laras
Simalungun, Klikwarta.com - Bagi perkebunan kelapa sawit, serangan Ulat Kantung atau Mahasena Corbetti selalu menjadi gangguan yang umum terjadi di pergantian musim. Hama jenis ulat ini muncul di daun sawit dan perlahan-perlahan akan merusak proses fotosintetis, sehingga dapat di tebak dampaknya terjadi penurunan hasil produksi dan berimbas pada pendapatan perusahaan.
Fotosintesis adalah suatu proses Biokimia pembentukan Karbohidrat dari bahan Anorganik yang di lakukan oleh tumbuhan terutama tumbuhan yang mengandung zat hijau daun yaitu Klorofil. Sedangkan daun adalah tempat berlangsungnya proses fotosintesis pada tumbuhan, sehingga serangan ulat kantung pada daun sawit tidak dapat diremehkan oleh setiap pelaku perkebunan kelapa sawit.
Diperlukan sistem Monitoring awal dan pengendalian yang tepat untuk dapat menekan populasi hama ini. Baik dengan sistem pengendalian Kimia ataupun dengan cara memperbanyak musuh alami seperti Predator dan Parasitoid di areal perkebunan kelapa sawit.
Pantauan Pewarta Klikwarta.com Senin (27/04/2020), di lokasi Afdeling IV, PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Unit Kebun Laras kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun, tampak daun hijau pada ribuan pohon sawit menghasilkan di areal ini habis dimakan ulat kantung hingga melidi dan mengering. Diduga Manajemen Unit kebun Laras telat mengantisipasi dan melakukan pengendalian pada hama ulat pemakan daun sawit ini, sehingga populasi ulat kantung meningkat tinggi. Akibatnya sekira 30 hektar lebih tanaman sawit di areal ini bakal terancam gagal panen.
Melihat kondisi tanaman sawit di lokasi afdeling IV saat ini, diprediksi 1- 2 tahun kedepan tanaman sawit di areal ini tidak akan berbuah. Hal ini tentu akan sangat berdampak pada menurunnya produksi perusahaan.
Ditemui pewarta Klikwarta.com di kantor afdeling II, sekira pukul 11.21 WIB. Asisten Kepala (AsKa) PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun Laras, A. Ginting mengatakan sudah dilakukan pencegahan penyebaran hama ulat kantung dengan melakukan penyemprotan memakai bahan kimia.
"Untuk mencegah penyebaran hama ulat kantung kami sudah melakukan penyemprotan memakai bahan kimia, tapi faktor cuaca saat ini memang lagi musim panas hingga penyebarannya terbilang cepat, bisa saja penyebarannya lewat telur kupu-kupu dan bisa juga karena diterbangkan oleh angin", ujar Ginting.
Hingga berita ini dimuat, Manejer PT. Perkebunan Nusantara IV kebun Laras Ir. Suheri belum dapat dikonfirmasi sejauh mana upaya yang sudah dilakukan untuk menangani serangan hama ulat kantung pada sawit di areal kerjanya.
(Pewarta : SDS)








