DPRD Trenggalek Terima Kunker Anggota Dewan Sukoharjo

Selasa, 08/02/2022 - 22:38
Serah terima cinderamata, Sekretaris DPRD Kabupaten Trenggalek dengan DPRD Kabupaten Sukoharjo, di aula DPRD Kabupaten Trenggalek, Selasa (8/2/2022) (Foto : Hardi Rangga, klikwarta.com).

Serah terima cinderamata, Sekretaris DPRD Kabupaten Trenggalek dengan DPRD Kabupaten Sukoharjo, di aula DPRD Kabupaten Trenggalek, Selasa (8/2/2022) (Foto : Hardi Rangga, klikwarta.com).

Klikwarta.com, Trenggalek - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek terima kunjungan kerja, komisi II dan komisi IV DPRD Kabupaten Sukoharjo, Selasa (8/2/2022).

Kedatangan DPRD Kabupaten Sukoharjo di Trenggalek, untuk menambah wawasan serta pengetahuan mengenai tugas dan fungsi pokok, Komisi II dan Komisi IV. Rombongan DPRD Kabupaten Sukoharjo di terima langsung Sekretaris Dewan Kabupaten Trenggalek, Muhtarom, di aula DPRD.

“Hari ini kita menerima kunjungan kerja Komisi II dan Komisi IV DPRD Kabupaten Sukoharjo, shearing serta belajar tentang bidang tugas komisi II, bidang ekonomi dan keuangan dan Komisi IV, bidang kesejahteraan masyarakat", papar, Muhtarom.

Anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo juga belajar tentang program-program pupuk bersubsidi, serta pengembangan pertanian di Kabupaten Trenggalek. Tak hanya itu, mereka juga belajar tentang potensi wisata, di Kabupaten Trenggalek, yaitu program yang di canangkan Bupati, 100 Desa wisata.

“Masing-masing desa wisata memiliki ciri khas destinasi wisata, kalau sudah ada yang membuat contoh river tubing, desa lain diharapkan bisa membuat inovasi destinasi wisata lainnya", Sekwan. 

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukoharjo, Idris Sardjono, mengatakan, tujuan kunjungan kerja di DPRD Kabupaten Trenggalek dalam rangka silaturahmi, serta belajar tentang tugas fungsi Komisi II dan Komisi IV di DPRD Kabupaten Trenggalek.

“Kunjungan kerja kali ini membahas untuk Komisi II tentang pertanian dan Pendapatan Asli Daerah (PAD), kalau di Trenggalek kebanyakan berasal dari potensi wisata, kalau di Sukoharjo, kebanyakan berasal dari pertanian dan industri", terang Idris Sardjono.

Kondisi Kabupaten Trenggalek dengan Kabupaten Sukoharjo, kata dia, sangat berbeda. Sebab potensi wisata di Kabupaten Trenggalek sangat banyak. Sedangkan di Kabupaten Sukoharjo tidak begitu ada destinasi wisata.

Oleh karenanya, hasil kunjungan kerja ini, bisa di terapkan di Kabupaten Sukoharjo, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, harap Sardjono.

Ia menyebut, Kondisi APBD dan PAD Kabupaten Sukoharjo, sebelum pandemi Covid-19 hampir mencapai Rp 2,3 triliun. Namun setelah ada Pandemi, APBD turun menjadi Rp 1,9 triliun.

"Akan tetapi PAD Kabupaten Sukoharjo selalu meningkat. Misalnya PAD tahun 2021 mencapai Rp 350 miliar", pungkasnya.

Pewarta : Hardi Rangga

Berita Terkait