Choirul Anisa Firdaus
Klikwarta.com, Blora - Wajah sumringah tampak di raut Choirul Anisa Firdaus. Anak pasangan Hendri Cahyono dan Dwi Retno Palupi tersebut menanti detik-detik prosesi wisuda Program Sarjana Terapan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akademi Minyak dan Gas (Akamigas) Cepu, Kabupaten Blora. Wisuda ke-54 yang dihadiri Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tersebut, di gelar di Grha Oktana, Kamis (17/7/2025).
Cewek kelahiran Blora, 31 Mei 2002 jurusan Teknik Pengolahan Minyak dan Gas PEM Akamigas yang merupakan alumni SMA Negeri 1 Cepu tersebut, menjadi wisudawan terbaik PEM Akamigas.
Saat ditemui di rumahnya di Jalan Transisi II No 37 RT 02 RW 03 Kampung Baru, Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu,Kabupaten Blora pada Sabtu (19/7/2025), Choirul Anisa Firdaus yang akrab dipanggil Lulul menceritakan perjalanannya sejak kecil.
"Sedikit fakta tentang saya, sejak kecil, saya selalu bercita-cita menjadi seorang guru. Saya mengagumi sosok guru yang sabar, tulus, dan mampu mengubah hidup banyak orang melalui ilmu pengetahuan," ujar Choirul Anisa yang gemar makan opor ayam olahan ibunya.
Namun, seiring bertambahnya usia, Choirul menyadari bahwa makna “mengajar” dan “bermanfaat bagi banyak orang” tidak hanya bisa diwujudkan di dalam ruang kelas.
Namun, ketika semakin dewasa, dirinya mulai melihat lebih luas tentang tantangan dan kebutuhan masa depan, khususnya di bidang energi.
"Saya menyadari bahwa minyak dan gas masih menjadi tulang punggung kehidupan modern, dan keberlanjutan sektor ini sangat menentukan kemajuan bangsa," imbuhnya.
Dari situlah cewek yang hoby basket tersebut memutuskan memilih Teknik Pengolahan Minyak dan Gas. Kenapa?
Karena bidang ini tidak hanya memberikan peluang karier yang luas dan menjanjikan, tetapi juga membuka jalan untuk berkontribusi pada ketahanan energi nasional. Ilmu yang dipelajari di sini sangat strategis, dan ke depan akan selalu dibutuhkan, baik dalam pengembangan energi fosil yang lebih efisien, maupun dalam transisi ke energi yang lebih bersih.
"Sebagai wisudawan terbaik, saya sangat bersyukur atas proses belajar yang saya jalani. Salah satu capaian akademik yang paling saya banggakan adalah ketika saya berhasil menyelesaikan penelitian tentang pengaruh katalis NaOH/CaO dari tulang ayam pada sintesis biodiesel berbasis minyak jelantah menggunakan metode transesterifikasi," ujar Choirul Anisa.
Penelitian ini tidak hanya meningkatkan pemahaman tentang karakteristik bahan bakar B30, tetapi juga memberikan kontribusi nyata sebagai rekomendasi untuk efisiensi dan keberlanjutan energi.
Strategi belajar yang selalu membuat skala prioritas yang mana nilai paling urgent dan harus diselesaikan lebih awal. Tidak pernah menunda sesuatu, karena jika pekerjaan ditunda maka akan semakin benyak dan terasa lelah menjalani. Namun, jika satu per satu diselesaikan dengan konsisten maka pekerjaan itu akan lebih maksimal dan tertata.
"Tentunya semua dosen dari program studi Teknik Pengolahan Minyak dan Gas memiliki peran masing masing yang membuat semakin berkembang dan mampu untuk mengexplore diri saya. Sehingga, saya bisa memanfaatkan kesempatan itu dengan baik. Tak hanya itu, adik tingkat dan kakak tingkat juga sangat berperan dalam perkembangan saya semasa studi. Karena, dari mereka saya dapat belajar banyak hal," ungkapnya.
Apa tantangan terberat yang Anda hadapi selama studi di PEM Akmigas, dan bagaimana Anda mengatasinya?
"Bagi saya, tantangan terberat selama studi adalah bagaimana bisa mengatur waktu dan menjaga fisik dengan baik. PEM Akamigas merupakan politeknik semi militer yang mana mengajarkan kita kedisiplinan. Jadi, jika saya ingin akademik, organisasi dan sosial seimbang maka harus ada waktu istirahat yang saya korbankan," ujarnya.
Pelajaran paling berharga adalah ketika mendapat kesempatan mengikuti program mangang MBKM selama 6 bulan. Dari waktu yang cukup panjang itu, bisa mencoba untuk mengimplementasikan ilmu dan teori yang telah diajarkan. Selain itu, bertemu orang lapangan dan melihat langsung equipment di plant membuatnya banyak mendapat ilmu baru yang sangat berharga untuk kedepannya nanti.
"Ketika saya lelah, saya selalu ingat dan yakin bahwa jutaan orang sedang berjuang untuk mendapatkan kesempatan berkuliah dan saya pernah menjadi salah satu di antara mereka ga mungkin saya menyerah dan bermalas malasan. Terlebih untuk saat ini yang bisa saya berikan kepada orang tua melalui hasil akademik saya. Dan saya merupakan anak pertama yang mana saya harus bisa menjadi contoh yang baik untuk adek adek saya," ujarnya.
Keterampilan dan Persiapan Karir
Keterampilan teknis apa dari PEM Akamigas yang paling berguna bagi Anda? Adakah yang ingin Anda tingkatkan?
Pengujian kualitas bahan bakar minyak di PEM Akamigas itu sangat berguna dan berharga. Pengujian di PEM Akamigas sangat lengkap dan sesuai dengan ASTM yang berlaku. Selain itu pembelajaraan menggunakan software untuk simulasi equipment di plant itu sangat penting. Kedua itu yang ingin terus diupgrade untuk bekal kedepannya.
Bagaimana pengalaman magang/praktik industri Anda? Pelajaran profesional apa yang Anda petik?
Pelajaran profesional yang paling penting adalah disiplin, keselamatan kerja, dan kerja sama tim lintas divisi.
"Saya belajar bahwa dunia industri tidak hanya mengandalkan pengetahuan teknis, tetapi juga sikap proaktif, komunikasi yang efektif, dan kemampuan beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika di lapangan," ujarnya.
Selain itu, magang juga membuka mata bahwa setiap detail pekerjaan, sekecil apapun, memiliki dampak besar terhadap efisiensi dan keselamatan operasional. Hal ini membuat semakin menghargai pentingnya continuous improvement dalam industri migas.
Apa peran organisasi kampus atau kegiatan non-akademik dalam mengembangkan soft skills Anda?
Peran organisasi kampus dan kegiatan non-akademik sangat besar dalam mengasah soft skills. Aktif di Himpunan Mahasiswa Teknik Pengolahan Minyak dan Gas, di mana belajar banyak tentang kepemimpinan, komunikasi, manajemen waktu, dan cara bekerja sama dengan berbagai karakter orang.
Misalnya, saat menjadi kepada departemen pendidikan, harus mengoordinasikan tim, mengatur agenda, sekaligus memastikan program berjalan lancar meski dengan keterbatasan waktu dan sumber daya.
"Pengalaman ini melatih saya untuk berpikir strategis, mengambil keputusan di bawah tekanan, dan tetap menjaga hubungan baik dalam tim," imbuhnya.
Kegiatan non-akademik juga mengajarkan tentang empati dan jejaring, yang sama pentingnya dengan kemampuan teknis.
"Jadi, saya percaya keseimbangan antara akademik dan organisasi justru membuat saya lebih siap untuk menghadapi tantangan profesional ke depan," ujarnya.
Kontribusi dan Identitas Akamigas:
Apa makna menjadi bagian dari komunitas PEM Akamigas bagi Anda?"
Bagi saya, menjadi bagian dari komunitas PEM Akamigas adalah sebuah kehormatan sekaligus pengalaman hidup yang tak ternilai. Di sini tidak hanya belajar tentang teknik pengolahan migas, tetapi juga ditempa dalam lingkungan semi militer yang membentuk kedisiplinan, mental tangguh, dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Komunitas ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga keluarga kedua.
Bertemu teman-teman seperjuangan yang saling mendukung, dosen dan pembimbing yang tulus membagikan ilmu, serta budaya kampus yang menanamkan nilai profesionalisme dan integritas.
Semua itu membuatnya merasa bukan hanya sedang menempuh pendidikan, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang siap mengabdi untuk bangsa.
"Makna menjadi bagian dari PEM Akamigas bagi saya adalah kebanggaan, pembelajaran, dan amanah karena ilmu dan karakter yang saya dapatkan di sini adalah bekal untuk memberikan kontribusi nyata di dunia energi," ujarnya.
Nilai apa dari Akamigas (seperti integritas, kompetensi) yang paling melekat pada diri Anda?
Dari banyak nilai yang diajarkan di PEM Akamigas, yang paling melekat pada diri saya adalah integritas dan disiplin profesional. Hidup di lingkungan semi militer mengajarkan saya bahwa keahlian teknis saja tidak cukup—harus diimbangi dengan kejujuran, tanggung jawab, dan konsistensi dalam setiap tindakan.
Adakah inisiatif/proyek yang Anda ikuti untuk berkontribusi pada kampus atau masyarakat sekitar?
"Saya pernah mengikuti berbagai kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini memberikan edukasi kepada masyrakat tentang pengolahan EBT yang mana nantinya masyrakat akan mendapatkan sebuah peralatan simulasi untuk pengolahannya," jawabnya.
Masa Depan & Sektor Energi
Apa rencana Anda setelah lulus? Apakah sudah ada jalur karir yang Anda tuju?
Setelah lulus, rencana utama adalah mengembangkan karier di industri migas dan petrokimia, khususnya di bidang pengolahan dan kualitas bahan bakar.
"Saya ingin mengaplikasikan ilmu yang sudah saya pelajari di PEM Akamigas, sekaligus terus belajar teknologi baru yang mendukung efisiensi dan keberlanjutan energi," ujarnya.
Namun, tidak menutup kemungkinan untuk berkontribusi di sektor energi yang lebih luas, termasuk energi terbarukan, karena percaya masa depan energi Indonesia akan bergerak ke arah transisi yang lebih ramah lingkungan.
"Saat ini saya mencoba untuk mengaplikasikan ilmu yang telah saya dapat di PT Polytama Propindo untuk mengontrol Process Safety Management," ujarnya.
Bagaimana Anda melihat peran lulusan vokasi seperti Akamigas dalam transformasi energi Nasional, terutama terkait EBT?
Saya melihat lulusan vokasi seperti dari PEM Akamigas memiliki peran yang sangat penting dalam transformasi energi nasional, termasuk pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Kenapa?
Karena lulusan vokasi tidak hanya dibekali teori, tetapi juga keterampilan praktis yang siap diterapkan langsung di lapangan. Dalam konteks transisi energi, butuh SDM yang tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengoperasikan, memelihara, dan mengoptimalkan teknologi energi—baik migas konvensional yang terus ditingkatkan efisiensinya, maupun teknologi baru seperti biodiesel, bioavtur, co-processing, hingga energi terbarukan lainnya.
Tantangan terbesar apa yang dihadapi industri energi/mineral saat ini, dan bagaimana Anda siap menyikapinya?
Menurut saya, tantangan terbesar industri energi dan mineral saat ini ada pada dua sisi: pertama, kebutuhan untuk tetap memenuhi permintaan energi yang terus meningkat; kedua, tekanan global untuk melakukan transisi ke energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Industri migas khususnya menghadapi tantangan efisiensi operasional, penurunan produksi lapangan tua, sekaligus keharusan mengurangi emisi karbon. Selain itu, perkembangan teknologi EBT menuntut SDM yang adaptif dan siap mempelajari hal-hal baru di luar zona nyaman migas konvensional.
Bagaimana saya siap menyikapinya?
Saya membekali diri dengan kompetensi teknis yang kuat di bidang pengolahan migas, namun tetap terbuka untuk mempelajari teknologi energi terbarukan dan efisiensi proses. Saya juga menyadari pentingnya soft skills seperti kolaborasi lintas disiplin, komunikasi, dan critical thinking, karena transformasi energi bukan hanya soal teknologi, tapi juga manajemen perubahan.
Dengan mindset pembelajar sepanjang hayat, saya siap menjadi bagian dari solusi baik dalam menjaga ketahanan energi saat ini, maupun mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih.
Apa kunci sukses menurut Anda bagi mahasiswa PEM Akamigas yang ingin meraih prestasi serupa?
Menurut saya, kunci sukses bagi mahasiswa PEM Akamigas adalah disiplin dan konsistensi dalam menjalani proses, mau belajar lebih dari yang diajarkan di kelas, aktif mengasah soft skills melalui organisasi atau proyek, serta membangun mental tangguh agar tidak mudah menyerah pada tantangan.
Selain itu, menjaga hubungan baik dengan teman, senior, dan dosen juga penting karena dukungan lingkungan positif sangat membantu. Yang terpenting, luruskan niat belajar untuk memberi manfaat, bukan hanya mengejar nilai, maka prestasi akan datang sebagai hasil dari proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh.”
Pesan apa yang ingin Anda sampaikan untuk adik-adik tingkat yang masih berjuang menyelesaikan studi?
Untuk adik-adik tingkat yang masih berjuang, jangan pernah menyerah pada proses. Mungkin saat ini terasa berat dengan tugas, praktikum, dan kedisiplinan yang ketat, tapi percayalah setiap tantangan sedang membentuk mental dan kompetensi kalian untuk masa depan. Nikmati setiap langkah, hargai usaha sekecil apapun, dan jangan ragu meminta bantuan atau berbagi cerita dengan teman maupun dosen.
Fokuslah pada tujuan, kelola waktu dengan baik, dan tetap jaga keseimbangan antara akademik, organisasi, dan istirahat. Ingat, yang terpenting bukan hanya gelar di akhir, tapi karakter dan ilmu yang akan kalian bawa untuk mengabdi pada bangsa.”
Jika boleh membagikan satu kesalahan atau 'lesson learned' selama kuliah, apa itu?
Satu lesson learned terbesar yang saya rasakan selama kuliah adalah pernah terlalu fokus mengejar hasil—nilai, proyek, atau target tertentu—hingga lupa menikmati proses belajar itu sendiri.
Akibatnya, saya sempat merasa tertekan dan kehilangan keseimbangan. Dari pengalaman itu, saya belajar bahwa yang lebih penting adalah konsistensi dan kualitas pemahaman, bukan sekadar angka.
Sejak saat itu, saya mulai mengelola waktu lebih baik, memberi ruang untuk istirahat, dan lebih menghargai perjalanan dibanding hanya memikirkan tujuan akhir. Justru ketika saya menyeimbangkan semuanya, hasil terbaik datang dengan sendirinya.
Apa harapan Anda untuk almamater dan masa depan sektor energi Indonesia?
Harapan saya untuk almamater tercinta, PEM Akamigas, semoga terus menjadi pusat pendidikan vokasi energi yang unggul dan relevan dengan kebutuhan industri, terutama di era transisi energi.
Saya berharap kampus ini semakin memperkuat kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk energi baru terbarukan, sehingga lulusannya selalu kompetitif dan siap menghadapi tantangan global. Untuk masa depan sektor energi Indonesia, saya berharap kita bisa menjaga ketahanan energi nasional sambil perlahan beralih ke energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Prospek kerja di bidang ini masih sangat luas, tidak hanya di migas konvensional tetapi juga di biofuel, co-processing, hingga energi terbarukan. Dengan SDM yang kompeten, lulusan vokasi seperti dari Akamigas dapat menjadi garda terdepan dalam menghubungkan teknologi dan implementasi nyata di lapangan, mendukung Indonesia menjadi bangsa yang mandiri energi.
Pewarta : Fajar








