Walikota Blitar Santoso bersama Sahabatnya Sekretaris Ormas PPI Blitar F.N. Rachman saat Sama-sama Menghadiri Acara Diskusi Publik di Kota Blitar Awal 2023.
Klikwarta.com, Kota Blitar - Meski baru menjabat sebagai walikota dua tahun, Walikota Blitar Santoso cukup banyak mempersembahkan prestasi bagi kemajuan daerah dan masyarakat Kota Blitar di berbagai bidang sebagaimana program-program kerja terjemahan visi misi yang ia tawarkan saat kampanye di pilkada tahun 2020.
Prestasi pengelolaan keuangan daerah yang dibuktikan dari predikat WTP dari BPK lebih dari 10 kali, modernisasi lingkungan publik lewat program RT Keren, kemiskinan yang terus digempur, bantuan sosial yang makin masif, optimalisasi infrastruktur, sukses hadapi pandemi Covid-19, hingga penggencaran ajaran-ajaran Bung Karno dan Pancasilaisasi kepada generasi muda penerus bangsa juga dirasakan mayoritas warga Kota Blitar.
Sejumlah prestasi yang ia toreh itu, membuat mantan Wakil Walikota Blitar ini masih memiliki elektabilitas atau keterpilihan sebagai walikota di periode keduanya nanti saat menang di pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2024. Dikonfirmasi perihal ini, begini respon Santoso kepada Kliwarta.com.
"Sementara ini saya masih terus konsentrasi bagaimana program-program dan pekerjaan yang sejauh ini dinikmati masyarakat bisa saya laksanakan secara sebaik mungkin. Saya terimakasih atas apresiasi masyarakat mudah-mudahan Allah masih memberikan kekuatan kepada saya, diberikan kesehatan," ungkapnya kepada Klikwarta.com, Senin (5/6/2023).
Santoso juga mengaku tidak menampik jika keberadaan partai politik sangatlah strategis sebagai alat untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui pilkada. Untuk itu, ia memastikan siap maju lagi sebagai Walikota Blitar pada pilkada 2024 apabila amanat masyarakat kepada dirinya tetap besar seperti sekarang ini dan amanat partai juga masih diberikan.
"Saya sebagai petugas partai kalau masih diamanati oleh partai, masih dipercaya oleh masyarakat, seluruh pikiran tenaga, saya siap. Tapi kalau memang sudah tidak diamanati partai, masyarakat tidak memberikan kepercayaan, saya istirahat," tegas politisi PDIP ini.
"Jadi saya ini realistis saja. Kalau partai dan masyarakat masih memberikan saya amanat, saya tegaskan siap untuk mengabdikan diri untuk Kota Blitar," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, pada Pilkada 2020 Santoso bersama Tjutjuk Sunario berjuang untuk menduduki kursi Walikota dan Wakil Walikota Blitar untuk maja jabatan 2021-2024. Ia berhasil mengalahkan pesaingnya Henry Pradipta Anwar yang berpasangan dengan Yasin Hermanto.
Sebelum memenangi Pilkada 2020, Santoso sudah dilantik menjadi Plt. Walikota Blitar dan Walikota Blitar menggantikan pendahulunya Muhammad Samanhudi Anwar yang dipenjara usai ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Juni 2018 atas kasus gratifikasi pembangunan SMPN 3 Kota Blitar. Dan kini, kabarnya Samanhudi masih dipenjara kembali akibat diduga sebagai otak aksi perampokan rumah dinas Walikota Blitar pada 12 Desember 2022 lalu.
(Pewarta : Faisal NR)








