Pagelaran wayang kulit di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Sabtu (29/8)
Klikwarta.com, Madiun – Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto menyebut kesenian wayang kulit bukan hanya sebatas hiburan, tetapi juga menjadi salah satu sarana yang mampu menyatukan masyarakat.
"Seperti kita lihat malam ini, banyak masyarakat yang hadir, baik orang tua hingga anak-anak, dari laki-laki hingga perempuan, semuanya berkumpul bersama," katanya usai menyaksikan pagelaran wayang kulit dalam rangka HUT ke-40 Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) yang digelar di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Sabtu (29/8/2026).
Selain itu, menurutnya, keberadaan wayang kulit memiliki nilai yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Di tengah perkembangan zaman yang serba modern saat ini, kesenian tradisional tersebut tetap mampu menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat.

"Meski banyak sekali masuk budaya modern saat ini, malam ini menunjukkan bahwa wayang kulit masih memiliki tempat di hati masyarakat. Tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga menjadi sarana untuk berkumpul dan mempererat kebersamaan," terangnya.
Kolonel Untoro pun mengharapkan kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional seperti wayang kulit dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Ia menilai, hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama agar dapat diwariskan kepada generasi-generasi selanjutnya.
Danrem menambahkan, TNI juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya sebagai bagian dari upaya menjaga jati diri bangsa sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan.

Menurut dia, keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia harus menjadi kekuatan yang dapat menjadi perekat di tengah perbedaan masyarakat.
"Keberagaman budaya adalah identitas kita. Kalau terus kita jaga dan lestarikan, kecintaan kita terhadap bangsa ini akan semakin kuat dan tentunya juga semakin menyatukan kita," pungkasnya.
(Kontributor : Arif)








