Klikwarta.com, Kab. Malang, Jawa Timur, 15 Juli 2026* – Sapa Murid SMK 2026 dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tidak hanya memberikan suntikan semangat, tetapi juga menghadirkan inspirasi bagi para murid baru SMK. Inspirasi tersebut datang dari berbagai sumber, salah satunya melalui kisah sukses para alumni SMK yang berkesempatan berbagi pengalaman dalam sesi Gelar Wicara Sapa Murid SMK 2026 yang diselenggarakan pada Senin (13/7).
Di hadapan peserta Sapa Murid SMK 2026, para alumni membagikan perjalanan mereka dalam membangun karier dan merintis usaha sejak masih duduk di bangku SMK. Kisah-kisah inspiratif tersebut semakin menegaskan bahwa pendidikan kejuruan mampu menjadi pijakan untuk berkarya, berwirausaha, bahkan menembus pasar global.
Salah satu alumni yang hadir adalah Nai’in, alumnus SMKN 4 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan Konsentrasi Keahlian Tata Boga, yang kini sukses mengembangkan bisnis pastry and bakery. Nai’in bercerita bahwa keputusan mengambil SMK datang dari dalam dirinya. Ia yang sejak kecil telah menyukai bidang kuliner mencari tahu lebih dalam sekolah-sekolah yang memiliki jurusan kuliner.
“Kebetulan orang tua punya usaha di bidang kuliner jadi sejak kecil saya sudah terbiasa berkecimpung di dunia tersebut dan mungkin itu yang membuat saya suka bidang ini. Ketika saya duduk di bangku SMK pun, saya mulai merintis usaha pastri. Sistemnya PO (pre-order) yang kemudian saya antar setiap Sabtu dan Minggu,” ucap Nai’in.
Pendidikan di SMK memberikan ilmu baru bagi Nai’in. Pengalamannya ini kemudian diperdalam kembali saat ia mengikuti praktik kerja lapangan (PKL). Sembari ia mempraktikkan ilmu yang didapat di sekolah, Nai’in pun menyerap ilmu yang ia lihat di tempat PKL. Dari kegigihan dan keuletan tersebut, usaha yang telah dirintis sejak bangku SMK mulai membuahkan hasil. Nai’in memiliki 2 cabang toko pastry dan bakery dan 3 cabang kedai kopi yang diberi nama Ayong Cafe.
“PKL adalah momen di mana saya banyak menyerap pengetahuan yang membantu saya dalam mengembangkan bisnis. Untuk berada di titik ini sangat tidak mudah. Kuncinya sejak SMK kita harus belajar dan tunjukkan kemampuan terbaik. Sekolah bukan sekadar sekolah tapi cari kegiatan yang bisa mengasah kemampuan, baik hard skills maupun soft skills. Masa sekolah adalah waktu kita untuk eksplor diri,” terang Nai’in.
Senada dengan Na’in, Ghea Safferina, alumnus SMK Telkom Malang, Jawa Timur, dari Konsentrasi Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak, juga membagikan kisah suksesnya yang berawal dari bangku SMK. Sejak awal, Ghea menyadari bahwa ia lebih menyukai model pembelajaran yang mengombinasikan teori dan praktik. Menurutnya, pendekatan tersebut ia temukan saat menempuh pendidikan di SMK.
“Memilih SMK adalah keputusan yang sangat tepat dan tidak pernah saya sesali. Saya bisa menjangkau sesuatu yang luas dari proses belajar saya di SMK. Buat saya, SMK seperti tempat yang memberikan banyak pengalaman terutama penyiapan kompetensi dan ini sangat membantu dalam perkembangan karier saya,” ucap Ghea.
Selama bersekolah, Ghea aktif mengikuti berbagai kompetisi. Pengalaman tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga melatih komunikasi, kepercayaan diri, dan kemampuan menyampaikan ide kepada orang lain. Setelah lulus, Ghea melanjutkan studi sambil bekerja. Dengan ilmu yang ia dapat ketika SMK, Ghea berhasil mengembangkan dua jenis bisnis, seperti playground kafe yang telah memiliki cabang di beberapa kota besar di Indonesia dan bisnis produksi mainan edukasi anak dan media belajar yang dijual di seluruh Indonesia dan diekspor ke luar negeri.
“Kalau berani mencoba risikonya adalah gagal, tetapi dengan gagal kita bisa belajar. Mumpung masih di SMK, temukan apa yang benar-benar kalian sukai. Ilmu programmer yang saya dapat dari SMK membantu dalam mengembangkan bisnis saya. Selain itu, pengalaman dari PKL juga membentuk sikap profesionalitas saya. Bagaimana saya harus menjadi pemimpin dan rekan yang baik,” ucap Gea.
Di waktu yang berbeda, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa murid SMK memiliki peluang besar untuk berkarier di berbagai bidang keahlian. Pilihan kariernya setelah lulus pun tidak hanya bertumpu pada satu pilihan saja, tetapi bisa memilih untuk bekerja, melanjutkan studi, atau wirausaha. Proses belajar di jenjang SMK diharapkan mampu membantu murid menemukan minat bakatnya sehingga mereka benar-benar bisa menggali potensi terbaiknya.
“Momentum Sapa Murid SMK 2026 ini saya harapkan bisa mengantarkan murid-murid baru untuk membuka batas pemikiran akan cita-cita ke depan. Lulusan SMK tidak bisa dipandang sebelah mata karena buktinya banyak industri-industri besar, baik lokal maupun global yang mulai mencari talenta-talenta terbaik dari lulusan SMK. Lulusan SMK juga bisa membuka wirausaha. Untuk murid-murid SMK, selamat dan semangat belajar bidangnya masing-masing. Ketekunan akan mengantarkan anak-anakku sekalian mencapai cita-cita mulia di masa depan,” ucap Dirjen Tatang. (*)








