Bupati Baharuddin Siagian Tegas: “Berhentilah Jadi Orang Nyinyir, Batu Bara Butuh Kerja Nyata!”

Jumat, 07/11/2025 - 00:32
Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, SH., M.Si. saat menghadiri acara Pekan Seni Budaya Daerah (PSBD) Indrapura Etnis Batak Toba

Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, SH., M.Si. saat menghadiri acara Pekan Seni Budaya Daerah (PSBD) Indrapura Etnis Batak Toba

Batu Bara, Klikwarta.com - Pernyataan tegas terlontar dari Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, SH., M.Si. saat menghadiri acara Pekan Seni Budaya Daerah (PSBD) Indrapura Etnis Batak Toba, di hadapan ribuan warga yang memadati lokasi kegiatan, Bupati Bahar menyerukan pesan keras namun penuh makna: “Berhentilah jadi orang nyinyir!”

Menurutnya, terlalu banyak pihak yang gemar berkomentar negatif tanpa memahami kondisi dan persoalan yang sedang dihadapi pemerintah daerah. Ia mencontohkan, permasalahan tanggul dan bendungan Sei Dalu - Dalu di Kecamatan Air Putih sudah terjadi sejak empat tahun lalu dan berdampak pada ribuan hektare lahan pertanian di empat desa.

“Masalah ini sudah lama, tapi kok baru sekarang banyak yang nyinyir? Padahal ribuan hektare sawah di Air Putih dan Sei Suka kekeringan. Aneh, waktu lalu diam saja, sekarang malah ribut,” ujar Baharuddin disambut tepuk tangan meriah sekitar 7.000 warga yang hadir, Kamis (6/11/2025).

Bahar menegaskan, kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Syafrizal tidak akan tinggal diam, Pemerintah Kabupaten Batu Bara berkomitmen menuntaskan berbagai persoalan infrastruktur dan pertanian, meski sebagian besar kewenangannya berada di tangan Dinas PUTR Provinsi Sumatera Utara (Provsu).

“Tahun 2026 nanti, sepanjang tujuh kilometer saluran irigasi akan dinormalisasi, termasuk perbaikan bendungan timpasan yang rusak. Ini akan jadi prioritas kami, dan Pemkab Batu Bara siap mengawal hingga ke provinsi,” tegasnya.

Bupati Bahar juga menyinggung kondisi jalan kabupaten yang banyak rusak dan belum tersentuh selama bertahun - tahun. Namun, ia memastikan bahwa pemerintah tetap bekerja semaksimal mungkin di tengah keterbatasan anggaran.

“Batu Bara tidak butuh orang nyinyir. Batu Bara butuh orang yang mau kerja nyata. Saya tahu, masyarakat Batu Bara tidak akan terpecah hanya karena segelintir orang yang suka nyinyir,” ucapnya sambil mengangkat Tongkat Tunggal Panaluan, simbol kekuatan dan persatuan masyarakat Batak Toba.

Dalam kesempatan itu, Bahar turut mengapresiasi peran serta berbagai etnis yang ikut memeriahkan PSBD Indrapura. Sedikitnya 10 etnis dari 13 etnis di Batu Bara hadir malam itu, menandai semangat kebersamaan dan persaudaraan lintas budaya.

“Kalau seluruh etnis bersatu membangun Tanah Bertuah ini, saya yakin masyarakat Batu Bara akan hidup lebih bahagia dan sejahtera,” tutup Bupati Baharuddin.

Gelaran PSBD Indrapura Etnis Batak Toba tahun ini berlangsung semarak dan sarat pesan kebersamaan, selain menampilkan ragam seni budaya, acara ini juga menjadi momentum pemerintah daerah memperkuat semangat persatuan dan komitmen membangun Batu Bara yang lebih maju.

Penulis : Dek

Berita Terkait