Mendikdasmen Abdul Mu'ti
Klikwarta.com, Tangerang Selatan, 26 September 2026 – Ketika rasa ingin tahu bertemu dengan keberanian untuk mencari jawaban, penelitian dapat menjadi jalan bagi murid untuk memahami persoalan di sekitarnya dan menciptakan solusi. Semangat tersebut tumbuh dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 yang menjadi ruang bagi talenta muda Indonesia untuk meneliti, berinovasi, sekaligus membangun karakter. Tema OPSI tahun ini adalah Muda Berinovasi, Indonesia Berprestasi.
OPSI merupakan salah satu ajang strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dalam pembinaan dan pengembangan talenta murid di bidang riset dan inovasi.
Minat murid terhadap riset juga menunjukkan pertumbuhan. Pada 2026, jumlah pendaftar OPSI mencapai 39.300 murid, dibandingkan 26.723 murid pada 2025.
Pada tingkat nasional, OPSI 2026 diikuti 125 tim finalis atau 250 murid yang berasal dari 24 provinsi dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Malaysia. Finalis terdiri atas 60 tim jenjang SMP/MTs/Sederajat dan 65 tim jenjang SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat yang berkompetisi dalam berbagai bidang penelitian.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengatakan, pembinaan talenta riset perlu berlanjut setelah kompetisi berakhir. Pemerintah menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari uang pembinaan dan bantuan bagi satuan pendidikan, pengembangan kompetensi melalui Bina Talenta Indonesia, Beasiswa Talenta Indonesia untuk jenjang sarjana di dalam maupun luar negeri, hingga peluang mengikuti jalur prestasi masuk perguruan tinggi.

Para pemenang akan memperoleh kesempatan mengikuti seleksi Beasiswa Talenta Indonesia dari Kemendikdasmen melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) yang bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Beasiswa ini dirancang khusus untuk memberikan pendanaan pendidikan jenjang Sarjana (S1) atau Sarjana Terapan (D4), baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, memperoleh kesempatan masuk ke perguruan tinggi melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) dan jalur prestasi yang diadakan mandiri oleh masing-masing perguruan tinggi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Medali bukan akhir perjalanan. Prestasi hari ini adalah pintu masuk menuju kesempatan berikutnya untuk belajar lebih jauh, mengembangkan talenta, memperoleh pengalaman baru, dan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Bagi sebagian talenta, ini juga menjadi kesempatan membawa nama Indonesia ke panggung internasional,” ujar Mendikdasmen saat membuka OPSI di Tangerang Selatan, Jumat (25/9).
Kepada seluruh peserta OPSI, Mendikdasmen berpesan agar menjadikan pengalaman penelitian sebagai bagian dari proses membangun karakter. “Jadikan OPSI bukan hanya sebagai kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun karakter. Karakter adalah fondasi dari setiap prestasi,” tutur Abdul Mu'ti.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan, “OPSI memberi ruang kepada murid untuk mengembangkan rasa ingin tahu, berpikir kritis dan sistematis, menganalisis persoalan berdasarkan data, membangun gagasan, serta menghasilkan karya dan solusi yang kreatif, inovatif, dan bermanfaat bagi kehidupan."
Seluruh rangkaian kegiatan OPSI 2026 meliputi sosialisasi, pameran hasil karya, presentasi dan wawancara, serta Research Idea Challenge. Para finalis juga memperoleh pengembangan talenta di bidang kepemimpinan melalui penguatan enam kompetensi, yaitu _Critical Thinking, Communication, Collaboration, Character, Creativity,_ dan _Citizenship_.
Sebagai dukungan akan praktik penelitian, Kemendikdasmen juga mengembangkan pembinaan talenta melalui kerja sama Kemendikdasmen dengan BRIN dalam penyelenggaraan/pembinaan OPSI. Antara lain yaitu penguatan metodologi penelitian, pemahaman dasar penelitian sesuai kaidah ilmiah, serta klirens etik penelitian melalui pembelajaran daring.
(Kontributor : Arif)








