Pemerintah Desa Bantur bersama panitia menggelar rapat koordinasi di Pendopo Balai Desa Bantur, Jalan Kyai Radiman No. 961, Kecamatan Bantur, Senin (6/7/26).
Klikwarta.com, Bantur – Persiapan pelaksanaan Bantur Nyawiji Carnival 2026 mulai dimatangkan. Pemerintah Desa Bantur bersama panitia menggelar rapat koordinasi di Pendopo Balai Desa Bantur, Jalan Kyai Radiman No. 961, Kecamatan Bantur, Senin (6/7/26).
Musyawarah tersebut menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi seluruh peserta sekaligus mematangkan pelaksanaan karnaval bertema "Urep Iku Urup" yang dijadwalkan berlangsung pada 28 September 2026.
Rapat dipimpin Kepala Desa Bantur Nanang Kosim didampingi Sekretaris Desa Hendrik dan Ketua Panitia Aan Subhan. Hadir pula perangkat desa, ketua RT/RW, perwakilan peserta dari seluruh RW, serta satu peserta tamu dari Pringgodani. Total sebanyak 24 peserta mengikuti forum tersebut.
Dalam rapat, panitia menyepakati sejumlah ketentuan teknis. Mulai penetapan rute karnaval sepanjang sekitar 2,5 kilometer, aturan dan larangan bagi peserta, hingga kewajiban setiap kontingen menampilkan pertunjukan yang sesuai dengan tema.
Selain itu, pengelolaan parkir juga menjadi perhatian. Panitia memastikan sistem parkir menggunakan karcis resmi Pemerintah Desa Bantur sebagai upaya menciptakan ketertiban, transparansi, sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan pengunjung selama kegiatan berlangsung.
Ketua Panitia Bantur Nyawiji Carnival 2026, Aan Subhan, mengatakan seluruh peserta diminta segera menyusun konsep penampilan agar persiapan dapat dilakukan secara maksimal.
"Kami berharap seluruh peserta dapat berpartisipasi dengan penuh semangat, menjaga kekompakan, serta mematuhi aturan yang telah ditetapkan sehingga Karnaval Desa Bantur 2026 dapat berjalan sukses, aman, dan menjadi hiburan yang membanggakan bagi masyarakat," ujarnya.
Panitia juga mulai melakukan pendataan peserta di masing-masing RW, termasuk peserta gabungan. Seluruh data tersebut akan dibahas kembali dalam rapat koordinasi lanjutan yang dijadwalkan pada 27 Juli 2026 untuk memfinalisasi seluruh kesiapan teknis.
Sementara itu, Kepala Desa Bantur Nanang Kosim menegaskan bahwa karnaval tidak sekadar menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi wadah mempererat persatuan sekaligus mempromosikan potensi desa.
"Karnaval bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persatuan, menampilkan kreativitas masyarakat, serta mempromosikan potensi Desa Bantur. Mari bersama-sama menjaga ketertiban dan menjadikan kegiatan ini sebagai kebanggaan desa," tuturnya.
Perwakilan peserta menyambut positif hasil musyawarah tersebut. Menurut mereka, koordinasi sejak awal menjadi bekal penting agar seluruh peserta memahami aturan, konsep, serta teknis pelaksanaan sehingga kegiatan dapat berjalan lancar.
Mengusung tema "Urep Iku Urup", Bantur Nyawiji Carnival 2026 diharapkan tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong, persaudaraan, dan kebersamaan warga. Agenda tahunan tersebut sekaligus diharapkan mampu menjadi daya tarik budaya yang semakin mengangkat nama Desa Bantur di Kabupaten Malang.
Pewarta: ed








