Kerusakan Lingkungan Gegara Banjir di Desa Ngaringan, Ini Respon Komisi III DPRD Blitar

Senin, 15/03/2021 - 13:46
Hearing Masyarakat Desa Ngaringan dengan Perusahaan di DPRD Kabupaten Blitar (foto : Faisal NR / Klikwarta.com Blitar)

Hearing Masyarakat Desa Ngaringan dengan Perusahaan di DPRD Kabupaten Blitar (foto : Faisal NR / Klikwarta.com Blitar)

Klikwarta.com Blitar - Komisi III DPRD Kabupaten Blitar memfasilitasi hearing masyarakat desa Ngaringan, kecamatan Gandusari, dengan pihak perusahaan di ruang rapat kantor DPRD Kabupaten Blitar, Senin (15/3/2021).

Informasi yang berhasil dihimpun Pewarta Klikwarta.com Blitar, petinggi pemerintah desa dan sejumlah perwakilan masyarakat desa Ngaringan mengadu ke Komisi III menyangkut penanganan kerusakan lingkungan dari dampak bencana Banjir.

Bencana banjir tersebut terjadi, salah satu penyebabnya tak lain karena terdapat alih fungsi lahan di dataran tinggi wilayah setempat yang semula perkebunanan karet beralih ke tanaman Tebu oleh pihak perusahaan. Sehingga, tatkala hujan intensitas tinggi tiba, desa Ngaringan kebanjiran hingga menyebabkan putusnya dua jembatandan, rusak parahnya gorong-gorong, jalan hingga talud.  

"Sehingga disitu dampaknya ternyata luar biasa. Ada kerusakan putusnya jembatan, belum infrastruktur jalan, Talud dan sebagainya. Sehingga mengganggu fasilitas umum peruntukannya menunjang perekonomian. Maka ini tadi disampaikan masyarakat memohon persoalan ini segera ada solusinya," tutur Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Panoto, seusai memimpin hearing.

Diutarakan Panoto, poin penting yang sudah ada ketika hearing yakni didapat kesepakatan antara pihak perusahaan bersama masyarakat desa Ngaringan, bahwa dampak kerusakan lingkungan akibat banjir itu, perusahaan menyatakan bertanggung jawab.

"Sekian yang terdampak kerusakan bencana ini, hanya satu yang dimungkinkan bisa dilaksanakan pemerintah daerah yaitu salah satu jembatan yang ini sesuai kewenangan daerah," katanya.

Kepala Desa Ngaringan Agus T menambahkan, ia berharap segera ada reaksi dari pihak terkait dalam menyelesaikan persoalan kerusakan lingkungan dari dampak Banjir. Agus menuturkan, sejumlah solusi seperti melibatkan pihak-pihak pemerintah daerah hingga mengundang pihak perusahaan guna memantapkan apa saja yang mesti dilakukan untuk merampungkan permasalahan dampak Banjir. 

"Kemarin PTPN sudah membangun dua jembatan yang jebol. Harapannya nanti dibangun jembatan yang permanen karena kemarin warga membangun jembatan darurat dan ini tidak bertahan lama," ungkapnya. 

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait