Memperteguh Islam yang Berkemajuan dan Keindonesiaan Menangkal Radikalisme

Jumat, 25/10/2019 - 10:51
Memperteguh islam yang berkemajuan dan ke Indonesiaan Menangkal Radikalisme

Memperteguh islam yang berkemajuan dan ke Indonesiaan Menangkal Radikalisme

Klikwarta.com, Banyumas – Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah  Kabupaten Banyumas Kamis (24/10/2019) menggelar seminar dan diskusi menangkal radikalisme, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jalan Gerilya Tanjung Purwokerto.

B

Ketua panitia pelaksana kegiatan Tungguh Kasiyanto  dalam sambutannya mengatakan, kehadiran peserta seminar  semata – mata untuk menimba ilmu tentang bagaimana cara menangkal paham radikal agar tidak masuk ke Kabupaten Banyumas. 

Hal ini diadakan maraknya akhir-akhir ini di Medsos artikel paham radikal. “ Masalah  perilaku radikal ini dibahas dalam kegiatan seminar malam hari ini. Diharapkan para nara sumber dapat menularkan ilmunya kepada peserta agar tidak salah paham dan dapat menangkal paham radikalisme” ujar Tungguh Kasiyanto

Sementara  akademisi Universitas Muhammadiyah Purwokerto  Makrus Ahmadi, MM dalam penyampaiannya diungkapkan, radikalisme itu sudah masuk dalam paham politik, yang mengingginkan perubahan secara drastis, cepat dan cenderung bersikap extrim dalam alirannya  Kalau politik itu sangat jelas terkait dengan kekuasaan. Jadi apabila ada perbedaan pemahaman dalam politik hal yang wajar dan pasti ada. Seperti paham politik NU dan Muhammadiyah ada perbedaan itu hal yang biasa. Dan timbulnya radikalisme bisa terjadi karena dilatarbelakangi oleh sikap  politik, perebutan kekuasaan dan ekonomi.

Nur Fauzi,S.H.I  Ketua FKDM  dan Ketua PDPM Banyumas 2015-2019 dalam materinya dengan judul “ Memperteguh islam yang berkemajuan dan ke Indonesiaan untuk menangkal gerakan Radikalisme” 

Ia menambahkan, definisi radikalisme dalam bahasa Indonesia berarti amat keras menuntut perubahan. DaIam pemahaman secara umum radikalisme adalah sebuah paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau perubahan sosial atau politik dengan cara drastis dengan kekerasan.

Sedang definisi terorisme yakni, suatu penggunaan kekerasan yang diperhitungkan dapat menimbulkan ketakutan terhadap pemerintahan atau masyarakat dalam usaha untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu terutama tujuan bersifat politik, atau ideologi. Beberapa ciri yang bisa dikenali dari sikap dan disandarkan pada paham radikal yaitu: intoleran atau tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan orang Iain, fanatik ia selalu merasa benar sendiri; menganggap orang lain salah, eksklusif  dengan membedakan diri dari umat Islam umumnya dan revolusioner prilaku yang cenderung menggunakan cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuan.

Kegiatan seminar dan diskusi ditutup dengan Deklarasi Angkatan Muda Muhammadiyah Kab. Banyumas Menolak Radikalisme, dinyatakan dengan tegas: bahwa radikalisme adalah faham yang tidak sesuai dengan ajanm Islam., tindakan Kekerasan dalam segala bentuk apapun adalah perbuatan melawan hukum dan bertentangan dengan Pancasila Dan UUD 1945. 

 Angkatan Muda Muhammadiyah Banyumas akan berperan aktif dalam menjaga padamaian dan suasana kondusif di Kabupaten Banyumas Jawa Tengah Dan Negara Kesatuan Republik lndonesia

Hadir  dalam kegiatan tersebut  seakligus sebagai nara sumber :Nur Fauzi, SH.I Ketua FKDM Banyumas, Makrus Ahmadi, MM Akademisi Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan  Imam Syafi’i Eks Napiter. Sebagai moderator Azhar Syukri Ramadhan yang juga Kokam. dan jajaran Pengurus Cabang Pemuda Muhammadiyah dan Angkatan Muda Muhammadiyah se-Kab. Banyumas (Red/Teguh.K/Dasuki/tim)

Berita Terkait