YPBNN Jawa Tengah Siapkan Pelantikan, Akademisi Dorong Penguatan Pencegahan Narkoba

Sabtu, 22/08/2026 - 10:25
Rapat persiapan pelantikan kepengurusan YPBNN Jawa Tengah

Rapat persiapan pelantikan kepengurusan YPBNN Jawa Tengah

Klikwarta.com, Surabaya – Yayasan Penanggulangan Bahaya Narkoba Nasional (YPBNN) Provinsi Jawa Tengah terus mempersiapkan pelantikan kepengurusan yang direncanakan berlangsung pada September 2026. Kehadiran organisasi ini diharapkan dapat memperkuat gerakan edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi berbagai elemen masyarakat.

Pelantikan pengurus YPBNN Jawa Tengah nantinya akan melibatkan berbagai kalangan, mulai dari akademisi, praktisi hukum, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga unsur pemangku kepentingan lainnya.

Akademisi Universitas Dharma AUB Surakarta yang juga Pembina YPBNN, Galih Wisnu Wardhana, S.E., M.M., menilai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan keterlibatan bersama.

Menurutnya, persoalan narkoba tidak dapat ditangani hanya oleh pemerintah atau lembaga tertentu. Peran keluarga, dunia pendidikan, masyarakat, serta organisasi yang bergerak di bidang pencegahan menjadi bagian penting dalam membangun perlindungan bagi generasi muda.

“Pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh elemen. Generasi muda perlu mendapatkan pemahaman sejak dini mengenai risiko dan dampak penyalahgunaan narkoba,” ujar Galih.

Keluarga dan Pendidikan Jadi Garda Pencegahan

Galih mengatakan keluarga merupakan lingkungan pertama yang berperan dalam membentuk karakter dan kepribadian anak. Pendampingan, komunikasi, serta perhatian dari keluarga dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan generasi muda terhadap berbagai pengaruh negatif.

Selain keluarga, lembaga pendidikan juga memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi dan membentuk karakter peserta didik.

Menurutnya, sekolah dan perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat untuk meningkatkan kemampuan akademik. Lingkungan pendidikan juga dapat menjadi ruang untuk membangun kedisiplinan, kemampuan berpikir, ketahanan mental, serta kesadaran dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.

“Edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba perlu disampaikan dengan pendekatan yang tepat. Bukan sekadar memberikan informasi, tetapi juga membangun kesadaran dan ketahanan diri agar generasi muda mampu mengambil keputusan yang baik,” katanya.

Keterlibatan akademisi dalam kegiatan pencegahan narkoba, lanjut Galih, juga sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan edukasi, sosialisasi, penelitian, maupun pendampingan masyarakat, kalangan akademisi diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Akademisi memiliki peran sebagai agen perubahan. Pengetahuan yang dimiliki perlu disampaikan kepada masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat dan mendorong terbentuknya generasi yang sehat, unggul, dan berkarakter,” ujarnya.

Pencegahan Harus Dilakukan Secara Kolaboratif

Galih menegaskan, penyalahgunaan narkoba dapat memberikan dampak serius terhadap kehidupan individu, keluarga, dan lingkungan sosial. Karena itu, langkah pencegahan perlu dilakukan secara terpadu dan tidak hanya mengandalkan satu pihak.

Menurutnya, lingkungan sekolah dan kampus perlu memperkuat program edukasi, pembentukan ketahanan diri, serta pengawasan terhadap lingkungan sekitar.

Selain itu, pembentukan duta atau kader anti narkoba juga dapat menjadi salah satu langkah untuk memperluas kampanye hidup sehat di kalangan generasi muda.

“Anak-anak muda memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan positif kepada lingkungannya. Karena itu, mereka perlu dilibatkan sebagai bagian dari gerakan pencegahan,” katanya.

Ia menambahkan, kemitraan antara keluarga, sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, lembaga terkait, serta organisasi masyarakat perlu terus diperkuat agar upaya pencegahan dapat berjalan secara berkesinambungan.

Pelantikan YPBNN Jawa Tengah Diharapkan Perkuat Sinergi

Sementara itu, Ketua YPBNN Jawa Tengah, Hernawan Tri Handoyo, S.H., menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan agenda pelantikan kepengurusan yang direncanakan digelar pada September 2026.

Pelantikan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk membangun sinergi yang lebih luas antara organisasi, masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Menurut Hernawan, pihaknya berencana mengundang unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Tengah serta sejumlah tokoh dan organisasi masyarakat dalam kegiatan tersebut.

“Kami berharap kehadiran YPBNN Jawa Tengah dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, khususnya dalam memberikan edukasi kepada generasi muda,” ujarnya.

Hernawan menilai pola peredaran dan penyalahgunaan narkoba terus berkembang sehingga diperlukan langkah pencegahan yang adaptif dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Melalui pelantikan kepengurusan tersebut, YPBNN Jawa Tengah diharapkan dapat memperluas program edukasi dan membangun kemitraan dengan berbagai pihak.

Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, tokoh masyarakat, dan organisasi sosial dinilai menjadi salah satu kunci untuk memperkuat upaya pencegahan serta menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap perlindungan generasi muda dari risiko penyalahgunaan narkoba.

(Kontrobutor : Widyo)

Berita Terkait