Tragedi Kanjuruhan, Arteria Tegaskan Jangan Salahkan Suporter

Kamis, 13/10/2022 - 15:50
Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan saat berkunjung ke Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (13/10/2022).

Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan saat berkunjung ke Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (13/10/2022).

Klikwarta.com, Kabupaten Malang - Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan, mengatakan, soal tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022 lalu, "jangan salahkan suporter". Hal ini ditegaskan Arteria, saat berkunjung ke Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (13/10/2022).

Menurut Arteria, idealnya 80% tiket sesuai kapasitas stadion. Itu pun harus melalui verifikasi terlebih dahulu. Jadi pihaknya akan melihat verifikasi yang dilakukan PSSI seperti apa. Upaya-upaya mitigasinya seperti apa dan upaya antisipasinya seperti apa.

"Jadi kejadian di Stadion Kanjuruhan, saya sekali lagi, suporter tidak boleh disalahkan selama dia berada di dalam stadion dan membayar tiket", tandas Arteria.

"Seharusnya panpel melakukan mitigasi, artinya dengan kapasitas seperti itu harusnya tiket dijual 80 persen saja sesuai antisipasi dan evaluasi (anev). Sebagaimana aturan FIFA juga sudah di jelaskan seperti itu", imbuh Politisi PDI Perjuangan itu.

"Misal di luar negeri, penyelenggara menyediakan satu tribun kosong untuk menghindari hal yang tidak diinginkan", tandasnya.

Menyikapi kejadian di stadion Kanjuruhan, Arteria menyayangkan, Ketum PSSI Iriawan yang tidak tahu hak dan kewajiban suporter. Sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN). 

Pasalnya, industri sepakbola yang sudah berkembang, justru amburadul di tangan pengurus PSSI sekarang, hingga menewaskan ratusan suporter. Artinya tidak ada tata kelola yang baik didalamnya.

"Fakta lain yang ditemukan soal pintu keluar yang terkunci tanpa ada steward. Seharusnya, 15 menit sebelum laga berakhir, pintu-pintu harus sudah terbuka lebar. Sehingga memudahkan suporter untuk keluar dari stadion. Hal ini sesuai aturan FIFA", demikian pria kelahiran 1975 itu.

(Pewarta : Asral)

Berita Terkait