Tidar: Prioritaskan Sosialisasi Program Prabowo-Gibran 

Sabtu, 18/11/2023 - 16:45
Ketua Umum Tidar Rahayu Saraswati Djojohadikusumo usai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tidar di Grand City Mall Surabaya pada Jumat (17/11/2023).

Ketua Umum Tidar Rahayu Saraswati Djojohadikusumo usai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tidar di Grand City Mall Surabaya pada Jumat (17/11/2023).

Klikwarta.com, Jatim - Tunas Indonesia Raya (Tidar) mengintruksikan agar kadernya rajin turun ke masyarakat mensosialisasikan program Capres Cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Salah satuya adalah menciptakan lapangan pekerjaan dan memberdayakan ekonomi masyarakat untuk mewujudkan Indonesia maju.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Umum Tidar Rahayu Saraswati Djojohadikusumo usai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tidar di Grand City Mall Surabaya pada Jumat (17/11/2023) kemarin.

“Sosialisasi program Prabowo-Gibran yang paling utama adalah menciptakan lapangan pekerjaan, karena itu masuk dalam semua aspek,” katanya.

Rahayu Saraswati mengatakan, beberapa program Prabowo-Gibran seperti makan siang gratis untuk anak-anak sekolah, pemenuhan gizi ibu hamil dan revolusi putih mampu menunjang sektor UMKM dan memberdayakan petani dan nelayan. 

“Semua program itu akan memberi pemberdayaan kepada petani muda dan nelayan, yang menjadi sumber pangan bagi anak muda,” tambahnya.

Menurut dia, kader Tidar juga mendapat arahan langsung dari Prabowo agar menjaga persatuan dan kerukunan, meskipun banyak kampanye hitam yang menyerang pasangan Prabowo-Gibran di lapangan. 

Menurut dia, sosialisasi program kerja lebih penting, karena masyarakat akan memahami dan bisa menerima program kerja Prabowo-Gibran.

“Silahkan kubu lain menyerang dan kami akan menyebarkan kebaikan dan menggelorakan semangat Indonesia maju,” tambah dia.

Selain itu, kata Rahayu, program Prabowo-Gibran juga mempunyai program ketahanan iklim dan energi terbarukan. Program itu akan memperbaiki lahan rusak agar produktif untuk mendukung ketahanan pangan di Indonesia.

“Bicara krisis iklim kita menggelorakan energi terbarukan, Indonesia bisa menjadi negara adidaya energi terbarukan dan itu dari alam dan tumbuh-tumbuhan di sekeliling kita. Dan itu juga membuka lapangan pekerjaan yang luar biasa banyaknya. Kita akan merubah lahan rusak, hutan bekas kebakaran bahkan juga rawa-rawa bisa kita optimalkan untuk ketahanan pangan dan energy terbarukan,” tambahnya.

Pewarta: Supra

Berita Terkait