Program Digitalisasi Sekolah
Klikwarta.com, Jakarta - Program Digitalisasi Sekolah merupakan terobosan baru yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mempermudah proses belajar mengajar. Utamanya, terhadap pendidikan di 3 T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal), agar mendapatkan fasilitas-fasilitas pembangunan termasuk di bidang pendidikan.
"Guru dan siswa semakin mudah mengakses bahan ajar, Guru, siswa, Kepala Sekolah dan unsur pendidikan juga bisa mengaksesnya. Selain itu komunitas guru bisa bekerjasama membuat materi bahan ajar digital, membuat tes ujian harian secara bersama-sama, baik diluar jaringan atau offline maupun daam jaringan online", tutur Sekertaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud Didik Suhardi yang juga selaku Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
Sebagai langkah awal, Kemendikbud telah meluncurkan program Digitalisasi Sekolah di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau pada tanggal 18 September 2019.
Pada Kesempatan itu, Mendikbud membagikan komputer tablet kepada 1.142 siswa yang terdiri dari 508 siswa kelas 6, 303 siswa kelas VII dan 331 kelas X. Komputer tablet yang dibagikan telah diisi dengan buku elektronik dan aplikasi Rumah Belajar yang dapat digunakan untuk mengakses materi dengan atau tanpa jaringan.
"Pemberian tablet untuk siswa bertujuan agar para siswa mudah membawanya, paling ringan, aplikasinya mudah di-update, serta paling mudah untuk dimodifikasi. Para siswa dapat dengan mudah menonton video pembelajaraan melalui tablet", terang didik Suhardi.
Selain Komputer tablet yang akan digunakan oleh masing-masing siswa, setiap sekolah juga akan menerima satu unit PC server, satu unit laptop, harddisk, router, LCD dan speaker.
"Nanti penggunaanya untuk siswa kelas 6, kleas 7 dan kelas 10. Tapi sifatnya dipinjamkan, jadi tidak boleh dibawa pulang kerumah", terang Didik Suhardi.
Sesjen Kemendikbud juga mengimbau agar para Kepala Dinas Pendidikan dapat aktif memberikan pembinaan kepada para kepala sekolah. "Juga mengawasi sekolah agar betul-betul memberikan peralatan yang sesuai dengan yang diharapkan. Jangan sampai membeli yang tidak diperlukan", ungkapnya.
Program digitalisasi sekolah yang diluncurkan Kemendikbud tidak aka menghilangkan proses pembelajaran dengan tatap muka. Pembelajaran dengan tatap mukan antara guru dan siswa di kelas tetap penting dan tidak tergantikan dan akan diperkaya dengan konten-konten digital.
"Sekali lagi dengan digulirkannya platform digital ini bukan berarti proses belajar konvensional tidak berlaku, tetap penting. Karena tatap muka antara siswa dan guru masih menjadi cara yang paling baik. Cara yang paling tepat untuk mendidik anak terutama dalam rangka membentuk karakter siswa," jelas Mendikbud. (Red/ad)








