Pemkab Jember Tegaskan Komitmen Tingkatkan Perhatian terhadap Santri pada Puncak HSN 2026

Jumat, 23/10/2026 - 15:27
Pemkab Jember Tegaskan Komitmen Tingkatkan Perhatian terhadap Santri pada Puncak HSN 2026

Pemkab Jember Tegaskan Komitmen Tingkatkan Perhatian terhadap Santri pada Puncak HSN 2026

Klikwarta.com, Jember - Pemerintah Kabupaten Jember menggelar malam puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 melalui kegiatan dzikir dan salawat di Alun-Alun Jember, Kamis (22/10/2026) malam. Kegiatan tersebut sekaligus menandai berakhirnya rangkaian peringatan HSN di Kabupaten Jember yang telah berlangsung sejak 10 Oktober 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan perhatian yang setara kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan santri dan lingkungan pesantren.

Menurutnya, santri memiliki kontribusi penting dalam sejarah perjuangan bangsa serta berperan dalam membangun kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkewajiban memastikan kalangan santri memperoleh kesempatan dan akses pembangunan yang adil.

“Santri itu punya saham besar atas kemerdekaan Republik Indonesia. Oleh sebab itu, menjadi kewajiban bagi Pemkab Jember untuk memastikan santri mendapatkan porsi perhatian dan keadilan yang sama dengan elemen masyarakat lain,” ujar Gus Fawait di hadapan jamaah.

Sebagai bentuk implementasi komitmen tersebut, Pemkab Jember menjalankan sejumlah kebijakan yang diarahkan untuk mendukung pendidikan, meningkatkan kesejahteraan penggerak kegiatan keagamaan, serta memperluas akses pelayanan dasar bagi masyarakat.

Di bidang pendidikan, pemerintah daerah meningkatkan alokasi anggaran beasiswa daerah periode 2025–2029 dengan menambahkan kategori khusus bagi santri. Kebijakan ini diharapkan dapat memperluas kesempatan generasi muda pesantren dalam memperoleh pendidikan.

Pemkab Jember juga memberikan insentif kepada guru ngaji, baik Muslim maupun non-Muslim, serta marbot. Selain itu, pemerintah daerah memberikan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari upaya memperhatikan kesejahteraan para penggerak kegiatan keagamaan.

Pada 2026, dukungan tersebut turut diperluas melalui pemberian insentif kepada ketua kelompok pengajian. Program ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah atas kontribusi mereka dalam membina kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.

Sementara itu, pada sektor kesehatan, Pemkab Jember mengalokasikan anggaran yang sebelumnya digunakan untuk operasional kendaraan dinas pejabat guna mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Melalui program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, warga yang memiliki KTP Jember dapat mengakses layanan kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah juga menyediakan Mobil Cinta, yakni layanan pengantaran pasien pulang secara gratis bagi pasien tidak mampu kelas III di rumah sakit daerah.

Gus Fawait menyampaikan bahwa berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan yang lebih merata dan menjangkau kebutuhan masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa capaian dan program pemerintah yang disampaikan dalam momentum Hari Santri Nasional merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya memberikan motivasi kepada kalangan santri agar terus berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.

“Santri disuruh mengaji bisa, ceramah mampu, dan memimpin daerah pun sanggup. Jangan pernah ragu atau minder menjadi bagian dari santri,” tegasnya.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Jember berharap nilai-nilai perjuangan, kemandirian, dan pengabdian yang tumbuh di lingkungan pesantren dapat terus menjadi bagian dari pembangunan daerah, sekaligus memperkuat komitmen terhadap pemerataan kesempatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (**) 

Berita Terkait