Warga Plantungan Blora Minta Pengisian Perades Dibatalkan 

Kamis, 23/12/2021 - 20:46
Puluhan warga Desa Plantungan Blora mendatangi kantor Bupati Blora memprotes dugaan jual beli jabatan dalam pengisian perangkat desa

Puluhan warga Desa Plantungan Blora mendatangi kantor Bupati Blora memprotes dugaan jual beli jabatan dalam pengisian perangkat desa

Klikwarta.com, Blora - Waga Desa Plantungan, Kecamatan Blora, Jawa Tengah, minta pengisian formulir perangkat desa (Perades) Plantungan, dibatalkan. Pasalnya, warga menduga ada aroma jual beli jabatan sebelum pelaksanaan Perades dimulai.

Sebagai bentuk protes warga, mereka mendatangi Kantor Bupati Blora, Kamis (23/12/2021). Mereka berorasi,  meminta agar pengisian Perades Plantungan, dibatalkan. Selain itu, warga menuntut agar panitia pengisian formulir Perades dibubarkan.

Ngatmini, warga Plantungan, menyuarakan. Ia mengaku, sebelum pendaftaran, dirinya didatangi Suami Kepala desa (Kades) Plantungan, Ahmad Hanafi.

Kedatangan Ahmad Hanafi untuk menawarkan jabatan kepada anaknya, menjadi Kepala urusan (Kaur) Pemerintah desa. Tapi dengan syarat harus menyetor uang sebesar Rp 50 juta.

Oleh Ngatmini, tawaran tersebut ditolak karena ia tak memiliki uang sebagaimana yang diminta Ahmad Hanafi.

"Pak Ahmad Hanafi itu datang ke rumah saya, anak saya ditawarin sebagai perangkat desa, disuruh menyiapkan uang Rp 50 juta untuk awalan, terus pas pada hari itu datang, dia bilang dapat telepon dari pihak kidul dan untuk uang muka langsung Rp 35 juta cash," sorak Ngatmini, saat berorasi di depan Kantor Bupati Blora,

"Terus saya mengundurkan diri wong saya orang enggak punya, enggak punya uang sebanyak itu," kata dia. 

Muslimin, putra Ngatmini, pun membenarkan. Ia mengatakan, ucapan yang disampaikan ibunya dalam orasi adalah benar. "Pokoknya disuruh menyiapkan paling enggak Rp 50 juta, lowongan kaur," aku Muslimin, kepada wartawan. 

Muslimin mengaku, sejak awal ia tidak ada niat untuk mendaftarkan diri dalam seleksi pengisian perangkat desa. "Ya spontanitas ya mundur lah, saya enggak daftar jadi perangkat desa," ujar Ketua BPD Plantungan itu.

Sementara, Ahmad Hanafi alias Pipin, saat dihubungi melalui medium WhatsApp, tidak ada jawaban. Pun saat di kirim pesan juga tidak ada balasan. 

Pantauan di lapangan, warga membawa berbagai macam spanduk yang bertuliskan kata protes. Diantaranya; "Panitia selalu menghilang saat dibutuhkan". "Janjimu mengayomi masyarakat buktinya menantang rakyat". "Batalkan Perades Plantungan".  "Kami tidak mau ada jual beli jabatan".

Sebagai informasi, pengisian perangkat desa serentak, pada Desember 2021, diikuti 194 desa, se Kabupaten Blora. Salah satunya Desa Plantungan, Kecamatan Blora.

 

pewarta: Fajar

Berita Terkait