Sinergi Kemnaker dan Universitas Harkat Negeri, Jembatani Kampus dan Industri melalui Karirhub

Rabu, 21/10/2026 - 16:33
Sinergi Kemnaker dan Universitas Harkat Negeri

Sinergi Kemnaker dan Universitas Harkat Negeri

Klikwarta.com, Tegal - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjajaki kerja sama dengan Universitas Harkat Negeri untuk menyiapkan lulusan yang sesuai kebutuhan dunia kerja.

​Penjajakan ini mencakup rencana pendirian fasilitas teaching factory (tempat belajar bersuasana industri) di kampus dan penyaluran lulusan ke lowongan kerja melalui Karirhub.

​Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, mengatakan bahwa kerja sama itu difokuskan pada penguatan ekosistem ketenagakerjaan, mulai dari pelatihan (hulu) hingga penempatan kerja (hilir).

​"Fokus utama kita adalah peningkatan keterampilan mahasiswa maupun lulusan agar benar-benar sesuai dengan apa yang dicari oleh pasar kerja saat ini," ujar Cris saat mengunjungi Universitas Harkat Negeri di Tegal, Jawa Tengah, Selasa (20/10/2026).

​Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, mengapresiasi keterbukaan Kementerian Ketenagakerjaan untuk menjajaki potensi kerja sama tersebut.

​“Sebagai pelaku pendidikan vokasi, Universitas Harkat Negeri sangat membutuhkan dukungan dari otoritas ketenagakerjaan. Dari sini kebutuhan dan kualifikasi tenaga kerja terampil akan didefinisikan. Kami berharap bisa diberikan akses ke berbagai balai latihan kerja di wilayah kampus beroperasi,” ujar Sudirman Said.

​Selain itu, kerja sama yang dijajaki mencakup integrasi Karirhub, portal layanan ketenagakerjaan resmi Kemnaker. Melalui Karirhub, mahasiswa tingkat akhir dan alumni Universitas Harkat Negeri dapat mengakses informasi lowongan kerja dari berbagai perusahaan di Indonesia.

​"Lulusan yang telah diasah skill-nya melalui teaching factory nantinya akan langsung dipetakan dan dihubungkan dengan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan melalui Karirhub," tambah Cris.

​Adapun fasilitas teaching factory yang akan didirikan Universitas Harkat Negeri dirancang agar mahasiswa merasakan langsung suasana, prosedur, dan standar kerja di industri, bukan sekadar simulasi teori di dalam kelas. Nantinya, mahasiswa akan dilatih menghasilkan produk atau jasa yang memiliki standar kualitas industri. (**) 

Berita Terkait