Laporkan Perkembangan Covid-19 di Raja Ampat, Tim Satgas: Masyarakat Harus Berperan Aktif

Kamis, 30/04/2020 - 19:22
dr Rosenda saat Press Conference di Kantor Bupati Raja Ampat Kamis (30/ 04/2020).

dr Rosenda saat Press Conference di Kantor Bupati Raja Ampat Kamis (30/ 04/2020).

Klikwarta.com, Raja Ampat, Papua Barat - Perkembagan persebaran Covid-19 di Raja Ampat terus di update dan dilaporkan oleh Tim Satgas melalui Juru Bicara ( Jubir) dr Rosenda.

“Perkembangan penyebaran Covid-19 per 30 April di Raja Ampat, jumlah Paisen konform Covid-19 sebanyak 4 orang, PDP 3 orang, ODP 44 orang, Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 33 orang, ODP selasai pemantauan 25 orang”, ungkap dr Rosenda saat Press Conference di Kantor Bupati Raja Ampat, Kamis (30/ 04/2020).

Tim Satgas melalui Jubir dr Rosenda juga mengimbau kepada Warga Masyarakat Raja Ampat agar tidak panik, tetap melakukan Phisycal Distancing, berperilaku hidup bersih dan sehat, cuci tangan dengan air mengalir, gunakan masker dan terapkan etika batuk dan bersin”

“Kami juga mengharapkan kepada warga yang  datang di luar Raja Ampat agar tetap melaporkan diri serta harus sandar di Pelabuhan Falaya, baik yang menggunakan Speed Boat, Long Boat dan yang lainnya agar petugas bisa melakukan pemeriksaan kesehatan”, harap dr Rosenda.

Lanjutnya, 4 pasien positif Covid-19 dalam kodisi baik dan sekarang di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Raja Ampat

“OTG hari ini ada 33 yang terus terpantau dan akan dilakukan pemeriksaan darah seperti ODP dan PDP”, ungkap Rosenda.

22

Berdasarkan Pedoman dari Kemenkes RI Kriteria Orang Tanpa Gejala (OTG) adalah merupakan seseorang yang tidak memiliki gejala dan memiliki resiko tertular dari orang terkonfirmasi Covid-19. Orang yang memiliki kontak dekat dengan kasus konfirmasi Covid-19 dapat masuk dalam kriteria ini. Seseorang dapat dikatakan telah melakukan kontak erat apabila ia melakukan kontak fisik, berada dalam ruangan atau berkunjung, dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala. Dengan catatan, kunjungan atau kontak dekat tersebut dilakukan dalam radius 1 meter dengan pasien dalam pengawasan atau terkonfirmasi.

“Jadi kemarin yang dikirim sampelnya bukan hanya PDP dan ODP tapi ada juga OTG. Sampel yang baru belum dikirim karena masih  menunggu medianya”, katanya.

Ia juga menegaskan kepada warga masyarakat agar tidak perlu takut dan panik untuk periksa diri di Rumah Sakit, jkalau ada keluhan kesehatan jangan takut untuk periksa diri di Rumah Sakit.

“Untuk memutus mata rantai Covid-19 diperlukan juga peran aktif dari masyarakat, bukan hanya menjadi tanggung jawab Tim Satgas, Pemerintah, TNI dan Polri” pungkas dr Rosenda. (*)

Berita Terkait