Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi dewan juri IN-Apps 2026 Digital Application Award di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (10/9/2026)
Klikwarta.com, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong inovasi sekaligus memperkuat ekosistem aplikasi digital nasional melalui IN-Apps 2026 Digital Application Award. Ajang penghargaan yang puncak acaranya digelar pada 14–15 September 2026 ini merupakan sebagai bagian dari IN-Apps Summit 2026 dalam rangka menuju penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.
"Penghargaan ini merupakan inisiatif dari Kementerian Ekraf yang melihat nilai investasi aplikasi menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp54,18 triliun. Capaian tersebut menunjukkan bahwa subsektor aplikasi tidak lagi berperan sebagai sektor pendukung, melainkan telah menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi kreatif digital Indonesia," ujar Menekraf, Teuku Riefky Harsya, saat audiensi dengan dewan juri IN-Apps 2026 Digital Application Award di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (10/9).
Indonesia memiliki posisi strategis dalam perkembangan ekonomi digital di Asia Tenggara dengan nilai pasar yang telah melampaui USD80 miliar. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi subsektor aplikasi untuk terus berkembang sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis teknologi.
IN-Apps 2026 dirancang sebagai wadah bagi ekosistem aplikasi nasional untuk bertemu, bertukar gagasan, sekaligus memberikan apresiasi terhadap inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui ajang ini, Kementerian Ekraf juga menegaskan dukungan pemerintah terhadap pengembang aplikasi yang menghadirkan solusi kreatif dan inovatif.
Selain menjadi bentuk penghargaan, IN-Apps 2026 ditujukan untuk meningkatkan visibilitas ekosistem aplikasi digital Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. Ajang tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi antara pengembang, industri, pemerintah, akademisi, komunitas, serta pemangku kepentingan lainnya.
“Penghargaan ini nantinya sebagai kontribusi nyata pelaku aplikasi ini. Tema ‘Application as the New Engine of Growth’ mencerminkan peran vital aplikasi digital sebagai penggerak utama pertumbuhan di semua subsektor di ekonomi kreatif,” jelas Menekraf.
Sebanyak 13 kategori akan dinilai berdasarkan enam aspek penilaian melalui proses kurasi oleh lima dewan juri. Penghargaan IN-Apps 2026 akan diserahkan dalam penyelenggaraan IN-Apps Summit 2026 pada 14–15 September 2026.
Dewan juri yang hadir dalam audiensi terdiri atas Head of Public Policy, Indonesia and ASEAN Affairs Amazon Web Services Doni Eryastha; Asisten Khusus Menteri Pertahanan Bidang Cyber Security sekaligus Ketua Pengawas Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia (ASPILUKI) Sylvia Efi Widyantari Sumarlin; Rektor/Pengajar Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) Onno W. Purbo; hadir pula Ketua Umum ASPILUKI yang berperan sebagai co-host di kegiatan ini, Irwin Day; dan penyelenggara kegiatan IN-Apps Komisaris PT KAYA Indonesia Adhitya Adiguna.
Dalam audiensi ini, Menekraf didampingi Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Rian Firmansyah, Direktur Aplikasi Tri Wahyudi, serta Kepala Biro Komunikasi Kiagoos Irvan Faisal. (**)








