Bupati Sanusi saat hadiri Maulid Nabi Bersama RISGO
Klikwarta.com, Kabupaten Malang - Remaja Islam Gondanglegi (RISGO), menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (11/10/2022) malam, di kediaman anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, H. Gunawan. Hadir Bupati Malang, H. M. Sanusi.
Juga hadir para jajaran perangkat daerah Kabupaten Malang, Direksi Srimaya, Muspika Gondanglegi, sam Anto Baret (tokoh Arema), pendiri RISGO, H. Majid, para jajaran pengurus dan anggota RISGO, serta KH. Ali Rahbini.
Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, dimeriahkan group musik realigi Kakang Kawah, asal Gondanglegi, Kabupaten Malang.
Dalam sambutannya, bupati mengatakan, saat ini kita masih dalam suasana duka pascatragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu. Di mana, kata Sanusi, hingga hari ini 11 Oktober 2022, korban meninggal dunia bertambah menjadi 132 orang.
Bupati, pun menjelaskan tentang rencana Pemkab Malang bersama Presiden Arema FC yang akan membangun monumen di stadion Kanjuruhan, sebagai pengingat tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022.
Pemkab Malang sudah melakukan pengajuan kepada DPRD Kabupaten Malang terkait pembangunan monumen tersebut. Bupati dan manajemen Arema FC, bersepakat design dan bentuknya akan di percayakan sepenuhnya kepada Universitas Brawijaya (UB).
"InsyaAllah, tim arsitek dari UB akan ke lokasi untuk menentukan desain dan lokasi yang tepat untuk bangunan monumen di Kanjuruhan. Saya sudah bicara dengan rektor UB, nanti DED dan RAB akan disusun dan diajukan ke Pemerintah", terang Sanusi.
"Hanya saja, lokasi pembangunan monumen tersebut milik negara, tentu ada langkah-langkah khusus", ujarnya.
Ide pembangunan monumen ini, lanjut bupati, sudah mendapat persetujuan dari DPRD Kabupaten Malang. Setelah disusun DED dan dihitung RAB-nya, maka bupati akan kembali meminta persetujuan dari DPRD Kabupaten Malang.
"Pembangunan monumen nanti membutuhkan biaya sekitar Rp1 Miliar. Mekanisme pembangunan dipastikan sesuai prosedur yang tercantum dalam Perpres yakni sebuah pekerjaan yang nilainya di atas Rp200 juta, bakal menggunakan mekanisme lelang terbuka", tutur politisi PDI Perjuangan itu.
Ia pun berharap, dengan terbangunnya monumen di stadion Kanjuruhan, para korban tragedi Kanjuruhan dapat dikenang sepanjang zaman.
"Saudara-saudara kita telah menjadi korban sebanyak 132 orang, ke depan kita upayakan bersama untuk tidak ada lagi korban di dunia persepakbolaan Malang maupun Indonesia", demikian Sanusi, diiringi ucapan belasungkawa dan doa untuk korban tragedi Kanjuruhan.
(Pewarta : Asral)








