Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan Creative Economy Ready for Financing (CreaFIN) di Kabupaten Simalungun. Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Klikwarta.com, Jakarta, 30 Oktober 2026 - Akses pembiayaan masih menjadi salah satu tantangan bagi pegiat ekonomi kreatif dalam mengembangkan usaha. Selain kebutuhan modal, kesiapan administrasi, pencatatan keuangan, legalitas, dan model bisnis juga menjadi faktor penting agar usaha dinilai layak oleh lembaga keuangan maupun calon investor.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif menyelenggarakan Creative Economy Ready for Financing (CreaFIN) di Ara Cafe & Eatery, Kabupaten Simalungun, Selasa (27/10).
“Pelaku ekonomi kreatif perlu siap secara kapasitas dan tata kelola agar dapat mengakses pendanaan dan pembiayaan yang tepat. Creative Hub juga kami dorong menjadi ruang kolaborasi yang menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif di daerah,” ujar Mohammed Ali Berawi, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kementerian Ekraf.
Melalui CreaFIN Simalungun, sebanyak 50 pegiat ekonomi kreatif mendapatkan pembekalan mengenai fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR), manajemen keuangan digital, literasi hukum dan legalitas usaha, hingga strategi penguatan model bisnis berbasis teknologi. Materi tersebut diarahkan agar mereka mampu mengelola bisnis secara lebih profesional, memenuhi aspek kelayakan pembiayaan (bankable), serta siap menawarkan potensi usahanya kepada calon investor.
CreaFIN menjadi bagian dari Program Flagship Kementerian Ekraf, yakni Aktivasi Creative Hub, yang mengoptimalkan ruang kreatif di daerah sebagai pusat pengembangan kapasitas dan jejaring bisnis. Sebelum digelar di Simalungun, program serupa telah berlangsung di Kabupaten Samosir dan Kota Bogor.
Dalam pelaksanaan di Simalungun, pembekalan turut diisi dengan berbagi pengalaman usaha oleh Rosalina Sitanggang, pemilik Tiara Bakery, serta materi kewirausahaan dan pengelolaan keuangan untuk industri kreatif oleh Sofian Hadi dari Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara. Arwita Rahmadiyah Pasaribu dari Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara juga memperkenalkan produk pembiayaan dan dukungan perbankan bagi pelaku usaha.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Simalungun, Franky Fernandus Purba, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan CreaFIN di wilayahnya.
“Kami berharap CreaFIN dapat membuka akses yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif di Simalungun dan memperkuat kolaborasi lintas pihak,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Ekraf, Pemerintah Kabupaten Simalungun, Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara, dan mitra terkait. Sinergi ini diharapkan dapat mendorong pegiat ekonomi kreatif untuk tidak hanya memiliki produk dan ide inovatif, tetapi juga kesiapan bisnis untuk mengakses pembiayaan dan memperluas skala usaha secara berkelanjutan. (*)








