Bupati Trenggalek Targetkan Nol Kemiskinan Ekstrem Tahun 2024

Senin, 13/11/2023 - 21:32
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat memberangkatkan pilar-pilar kesejahteraan sosial, di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Senin (13/11/2023).

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat memberangkatkan pilar-pilar kesejahteraan sosial, di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Senin (13/11/2023).

Klikwarta.com, Trenggalek - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menargetkan nol kemiskinan ekstrem Tahun 2024, hal di sampaikan Bupati Trenggalek, saat memberangkatkan Pilar-pilar Kesejahteraan Sosial dari Pendapa Manggala Praja Nugraha, Senin (13/11/2023).

Dalam hal ini, pilar-pilar kesejahteraan sosial terdiri dari pendamping PKH hingga Taruna Siaga Bencana (TAGANA) diberangkatkan menuju Kabupaten Madiun untuk mengikuti pengarahan Gubernur Jawa Timur.

“Kalau dari saya, teman-teman yang penting sehat, kompak semua, fokus, 2024 kita punya target nol persen kemiskinan ekstrem dan juga penurunan angka stunting,” ungkap Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.

Selanjutnya, "Pemkab Trenggalek juga menerima insentif fiskal dari Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) atas kinerja penghapusan kemiskinan ekstrem di tahun berjalan 2023," imbuhnya.

Pemkab Trenggalek dinilai memiliki kinerja cukup progresif dalam penurunan kemiskinan ekstrem. Pendamping PKH memiliki peran dalam penghapusan kemiskinan ekstrem. 

“Mereka punya KPM, kemudian KPM tidak hanya menjadi penerima tetapi bisa graduasi secara mandiri, kalau sudah graduasi artinya mereka harus punya kemandirian dalam hal ekonomi,” bebernya.

“Kalau sudah mandiri dalam hal ekonomi artinya mereka bisa lepas dari kemiskinan itu sendiri,” tandasnya.

Kemudian, pendampingan program kepada keluarga prioritas penerima sasaran. Ditambah lagi para Pendamping PKH termasuk TAGANA maupun TKSK turut dalam survei data kemiskinan ekstrem.

“Dari 10 ribu data miskin ekstrem ternyata  yang benar-benar harus jadi prioritas sasaran hanya sekitar 8 ribu,  nanti kita akan lakukan intervensi,” pungkasnya.

Pewarta: Hardi Rangga

Berita Terkait