Foto Ilustrasi: pexels.com
Penulis: Aulia Shifa Azzahra mahasiswi dari Politeknik Negeri Jakarta.
Klikwarta.com - Berbicara mengenai kesehatan mental di jaman dulu, masih menjadi hal yang tabu. Namun kini, masalah kesehatan mental lebih dibicarakan secara terbuka, terutama pada generasi Z. Generasi Z memiliki gaya yang cenderung selalu belajar untuk aktif, general, sensing, dan secara visual. Dilansir dari Kompas.com, dalam Stress in America Survey diadakan American Pyschological Association (APA), bahwa generasi Z lebih cenderung mencari bantuan profesional untuk persoalan kesehatan mental.
Generasi Z sangat menerima informasi melalui teknologi pada saat ini. Dalam konteks ini, mereka mulai menyadari betapa pentingnya kesehatan mental. Namun, dengan kemajuan teknologi tersebut, terdapat peningkatan kejadian yang dapat menyebabkan gangguan psikologis. Akibatnya, permintaan akan layanan kesehatan mental meningkat dan tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang tabu.
Kemudian, terjadi stigma terkait penggunaan layanan kesehatan mental, sehingga Generasi Z lebih cenderung mengenali masalah mereka sendiri dan mencari bantuan ketika mereka mengalami masalah kesehatan mental. Faktor inilah yang membuat gen Z dapat terbuka mengenai kesehatan mental mereka dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Mereka mulai menormalisasikan percakapan tentang kesehatan mental.
Memang bukan perkara yang mudah untuk membicarakan tentang kesehatan mental, namun hal tersebut sangat penting. Generasi Z sering kali membahas kesehatan mental untuk membantu meningkatkan kesadaran dan keberanian bahwa setiap orang memiliki tantangan mereka sendiri. Perlu diingat bahwa meskipun gangguan kesehatan mental meningkat, tidak semua orang mau mencari pengobatan. Dengan mengajukan pembicaraan mengenai kesehatan mental secara luas, akan mendorong orang lain untuk mencari bantuan medis dan menyadari bahwa mereka tidak berjuang sendirian.
Mengangkat persoalan kesehatan mental secara menyeluruh dapat mendorong upaya untuk menjaga kesehatan mental dengan baik. Hal ini karena menjaga kesehatan mental yang baik merupakan bagian penting dari kehidupan yang sehat secara keseluruhan dan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup. Keterbukaan terhadap masalah kesehatan mental tidak hanya terjadi pada Generasi Z, tetapi juga pada generasi lainnya.








