Ilustrasi Foto: pexels.com
Oleh : Zahira Audia Adjani
Klikwarta.com - Sikap mandiri membuat seseorang tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Makna kemandirian setiap orang tentu berbeda-beda. Mandiri yang berarti bisa melakukan sesuatu tanpa bantuan orang lain, tentunya menjadi hal yang baik. Namun, bagaimana dengan sikap mandiri yang berlebihan atau hyper-independence?
Hyper-independence merupakan kondisi seseorang yang memilih untuk tidak bergantung pada orang lain. Dilansir dalam laman Very Well Mind psikolog klinis Amy Marschall mengatakan seseorang dapat dikatakan hyper-independence ketika individu tersebut mencoba untuk sepenuhnya mandiri dalam segala hal, bahkan saat dirinya berada dalam situasi yang membutuhkan bantuan atau dukungan dari orang lain.
Seseorang dengan hyper-independence beranggapan dirinya dapat melakukan segala sesuatu sendiri. Meminta bantuan orang lain bagi dirinya merupakan bentuk kelemahan. Oleh karena itu, mereka berusaha untuk menolak bantuan. Berikut tiga tanda seorang hyper-independence:
1. Sulit mendelegasikan tugas
Ketika menjadi pemimpin yang berada dalam suatu kelompok, mereka merasa kesulitan berbagi ide dan tugas. Rasanya sulit untuk mengembankan tugas kepada orang lain. Tugas-tugas yang penting cenderung akan mereka bebankan pada diri sendiri
2. Memiliki kepribadian tertutup
Di dalam lingkungan sekolah atau pekerjaan mereka lebih suka bekerja sendiri. Menghindari interaksi dengan orang lain dan akan terus menyibukan diri dengan pekerjaan. Hal ini tentu akan sangat merugikan, karena mereka tidak akan mendapatkan umpan balik dari orang lain
3. Menyalahkan diri sendiri ketika gagal
Bagi seorang hyper-independence ketika gagal mencapai tujuan bukan hal yang wajar. Berbagai rencana sudah mereka lakukan untuk mengindari kegagalan, namun nyatanya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Mereka akan terus menyalahkan diri sendiri secara terus-menerus.
Tanda-tanda diatas akan menjadi awal mula seseorang terjebak dalam kondisi hyper-independence, hal ini akan berbahaya bagi diri. Seorang hyper-independence akan kewalahan dengan pekerjaan atau aktivitasnya sendiri, karena menolak untuk menerima atau meminta bantuan dari orang lain. Hal ini akan mengakibatkan mereka mengalami burnout dan memperburuk kesehatan mental.
Jika mengalami kondisi ini cobalah untuk meningkatkan kepercayaan kepada orang lain. Menerima bantuan dan dukungan dari orang lain dapat memberikan dampak yang positif pada diri. Jangan menyiksa diri dengan merasa bisa melakukan semuanya sendirian. Ingat bahwa manusia merupakan makhluk sosial, sehingga memerlukan pertolongan orang lain adalah hal yang normal.








