Panen padi oleh UPTD Balai Benih Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta
Klikwarta.com, Purwakarta - Setelah menempuh proses selama 113 hari, akhirnya benih Padi Merah Pulen (Pamelen) hasil pengembangan dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Subang. Untuk pertama kalinya berhasil dipanen oleh UPTD Balai Benih Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta di lahan seluas 0,5 Hektar.
Kepala UPTD Balai Benih Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Wawan Gunawan, mengatakan varietas Padi Merah Pulen hasil pengembangan ini sebenarnya ada dua jenis. Yakni, Padi Merah Aroma (Pamera) dan Padi Merah Pulen (Pamelen) yang sedang dipanen UPTD Balai Benih saat ini.
Mengelola lahan seluas 1,2 hektar. UPTD balai benih tersebut membagi lahan itu untuk ditanami dua jenis padi yang belum pernah ditanam oleh petani pada umumnya di Purwakarta.
"Lahan seluas 1,2 hektar ini pada 5000 meternya ditanami jenis padi Pamelen, kemudian sisanya ditanami jenis padi Tarabas. Yang kebetulan tinggal menunggu beberapa hari lagi untuk dipanen," Beber Wawan kepada Klikwarta.com. Jum'at (11/9/2020).
Padi Merah Pulen ini, selain memiliki tekstur nasi yang pulen. Pamelen ini juga dipastikan mempunyai nilai harga yang cukup baik dibanding beras putih.
Beralih ke Varietas padi Tarabas. Sebenarnya Tarabas ini adalah varietas yang hampir serupa dengan Japonica yang banyak tumbuh dan ditanam petani di Jepang dan Korea. Atau Tarabas ini juga bisa dibilang sebagai Japonica nya Indonesia. Varietas Tarabas ini resmi dilepas oleh Menteri Pertanian pada Mei 2019 silam.
"Tekstur padi Tarabas ini juga memiliki kualitas unggul. Tarabas ini biasa di konsumsi oleh orang Jepang dan Korea. Bahkan di restauran-restauran ternama di dua negara itu banyak menggunakan Tarabas sebagai bahan utama pembuatan makanan pokok, terutama di negara-negara Asia tenggara," demikian Wawan.
Menurut informasi yang didapat terkait hasil panen dari dua varietas padi unggulan yang ditanam di lahan seluas 1,2 hektar di Kabupaten Purwakarta ini diperkirakan mencapai hingga 7,8 ton.
(Pewarta : Aik Nur Hakiki)








