PKS Jatim Tegaskan Komitmen Kebangsaan di HUT ke-81 RI

Senin, 17/08/2026 - 18:40
Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana

Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana

Klikwarta.com, Surabaya - Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kantor DPW PKS Jawa Timur, Senin (17/8/2026), menjadi momentum PKS Jatim menegaskan komitmennya pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan cita-cita para pendiri bangsa.

Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, dalam amanatnya menekankan bahwa mengisi kemerdekaan membutuhkan karakter bangsa yang kuat. Ada tiga nilai utama yang harus dijaga: siaga, berani, dan setia.

“Kita butuh karakter bangsa yang kuat. Kita membutuhkan semangat siaga, berani, setia,” ujar Bagus di hadapan peserta upacara.

Ia merinci, siaga berarti kesiapan menghadapi perubahan, ancaman, dan persoalan bangsa. Lebih dari itu, siaga juga berarti hadir ketika rakyat membutuhkan. 
“Siaga menghadapi perubahan, siaga terhadap ancaman, siaga terhadap persoalan bangsa dan siaga untuk hadir ketika rakyat membutuhkan,” katanya.

Berani, menurutnya, adalah keberanian membela kebenaran, memperjuangkan keadilan, menghadapi tantangan, dan mengambil tanggung jawab demi kemajuan Indonesia.

Sementara setia adalah fondasi utama. “Kita harus setia kepada Pancasila dan konstitusi. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, setia kepada cita-cita pendiri bangsa dan setia dalam pengabdian kepada rakyat,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Bagus juga menyoroti peran masyarakat mengawal pemerintahan. Kritik terhadap kekuasaan, katanya, adalah bagian penting demokrasi, namun harus dilakukan secara konstruktif dan bermartabat.

“Awasi dan beri kritik pada kekuasaan secara konstruktif dan bermartabat, tidak dengan cara anarki,” ujarnya.

Menurutnya, semangat ini penting untuk merawat demokrasi sekaligus memastikan kekuasaan berjalan untuk kepentingan rakyat.

Momentum HUT RI juga digunakan Bagus menegaskan kembali sikap PKS terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ia mengingatkan Pembukaan UUD 1945 yang mengamanatkan penghapusan penjajahan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Palestina, sebut Bagus, termasuk bangsa yang paling awal mengakui kemerdekaan Indonesia, namun hingga kini masih menderita akibat konflik dan pendudukan.

“Sudah selayaknya dalam setiap momen Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, kita tegaskan kembali sikap kita untuk membela Palestina,” katanya.

Ia mendorong parlemen dan seluruh komponen bangsa menyuarakan kemerdekaan Palestina lebih tegas. Bagus juga mengapresiasi langkah pemerintah memberi beasiswa kepada mahasiswa Palestina yang belajar di Indonesia.

Bagus mengingatkan, kemerdekaan bukan hanya tentang apa yang diwariskan pendiri bangsa, tetapi juga tentang apa yang akan kita wariskan ke generasi setelahnya.

Karena itu ia mengajak kader PKS Jatim mengisi kemerdekaan dengan kejujuran, keberanian, dan cinta tanah air.

“Kita bangun negara tanpa melemahkan rakyat, kita bangun ekonomi tanpa meninggalkan keadilan dan kita rawat demokrasi tanpa merenggut kebebasan berekspresi,” tegasnya.

Selain upacara, PKS Jatim juga menggelar rangkaian kegiatan kebangsaan. 
Pada Ahad (9/8/2026) di Coban Rondo, Kabupaten Malang, digelar _Latihan Perempuan Siaga_ (Latansa) L1. Kegiatan yang diikuti kader perempuan dari berbagai daerah itu bertujuan memperkuat kesiapsiagaan, kebugaran, dan ketangguhan menghadapi tantangan termasuk potensi bencana. Latansa sekaligus meneguhkan semangat siaga, berani, dan setia dalam peran di keluarga dan masyarakat.

Kemudian Jumat (14/8/2026), Bagus bersama Sekretaris DPW Muhamad Syadid, Wakil Sekretaris Bustanul Arifin, dan pengurus DPD PKS Kabupaten Blitar melakukan ziarah ke makam Bung Karno di Blitar dan mengunjungi Istana Gebang. 

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya,” kata Bagus. (**) 

Berita Terkait