BIPKA PKS Jatim Luncurkan Halo RKI di Harganas 2026, Kuatkan Ketahanan Keluarga

Senin, 06/07/2026 - 15:59
BIPKA PKS Jatim Luncurkan Halo RKI di Harganas 2026

BIPKA PKS Jatim Luncurkan Halo RKI di Harganas 2026

Klikwarta.com, Surabaya - Momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 dimanfaatkan Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPW PKS Jawa Timur untuk menguatkan ketahanan keluarga. Langkah itu diwujudkan melalui peluncuran Halo Rumah Keluarga Indonesia (Halo RKI), sebuah layanan call center konsultasi keluarga yang diharapkan menjadi ruang pendampingan bagi keluarga-keluarga di Jawa Timur.

Peluncuran Halo RKI dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Harganas yang digelar secara hybrid, Minggu (5/7/2026). Kegiatan tersebut bersamaan dengan Diklat Konsultan Keluarga, peluncuran Sekolah Keluarga Indonesia (SKI), serta Pos Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PPEK).

Acara ini diikuti oleh pengurus Bipeka DPD PKS se-Jawa Timur dan para konsultan keluarga, serta menghadirkan narasumber Muhammad Iqbal, Ph.D, psikolog sekaligus Ketua Bidang Pelatihan dan Pengembangan Kepemimpinan Partai DPP PKS, dan Iis Istiqomah, http://M.Si, Sekretaris Bipeka DPP PKS.

Berbagai program yang diluncurkan tersebut berangkat dari keprihatinan atas semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi keluarga Indonesia saat ini. 

Ketahanan keluarga dinilai sebagai fondasi utama pembangunan bangsa, karena keluarga merupakan ruang pertama pembentukan karakter, penanaman nilai, hingga lahirnya generasi penerus yang berkualitas.

Urgensi penguatan keluarga juga tampak dari masih tingginya angka perceraian di Jawa Timur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang tahun 2025 terdapat 93.733 perkara perceraian yang diputus di Jawa Timur, sehingga menjadikan provinsi ini sebagai salah satu daerah dengan angka perceraian tertinggi di Indonesia. Mayoritas perkara merupakan cerai gugat yang diajukan oleh pihak istri. 

Kondisi ini memperlihatkan bahwa penguatan ketahanan keluarga memerlukan perhatian serius serta kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat. 

Ketua Bipeka DPW PKS Jawa Timur, Nurul Arbaati, mengatakan kehadiran Halo RKI merupakan bentuk komitmen PKS dalam memperkuat ketahanan keluarga lewat layanan yang mudah dijangkau masyarakat. Ia menjelaskan, masyarakat di Jawa Timur dapat menyampaikan keluhan apa saja melalui nomor Halo RKI di 081234500686.

“Melalui Halo RKI kami ingin memastikan setiap keluarga memiliki tempat untuk berkonsultasi ketika menghadapi persoalan. Harapannya, tidak ada lagi keluarga yang bingung harus ke mana mencari solusi. Ini adalah bentuk ikhtiar kami mendampingi keluarga agar tetap harmonis, tangguh, dan berkualitas,” ujar Nurul.

Ia menjelaskan, ke depan Halo RKI direncanakan menjadi layanan yang lebih modern dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dengan begitu, masyarakat bisa mendapatkan akses konsultasi secara lebih cepat, mudah, dan bahkan dapat diakses selama 24 jam.

Selain Halo RKI, Bipeka PKS Jawa Timur juga meluncurkan Sekolah Keluarga Indonesia sebagai wadah edukasi keluarga, serta Pos Pemberdayaan Ekonomi Keluarga yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi rumah tangga.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, menegaskan bahwa seluruh program yang diluncurkan pada momentum Harganas bukan sekadar acara seremoni, melainkan sebuah gerakan untuk membangun keluarga sebagai fondasi peradaban.

“Hari ini kita bukan hanya melaunching sebuah program, tetapi sedang meluncurkan sebuah gerakan membangun peradaban melalui keluarga. Karena keluarga adalah sekolah pertama kehidupan. Di sanalah karakter dibentuk, akhlak ditanamkan, dan masa depan bangsa dipersiapkan,” kata Bagus.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi keluarga saat ini semakin kompleks, mulai dari derasnya pengaruh media digital, lemahnya komunikasi dalam rumah tangga, hingga tekanan ekonomi yang berdampak pada keharmonisan keluarga. Oleh karena itu, keluarga memerlukan ruang pendampingan yang profesional dan mudah diakses.

“Kalau keluarga kita kuat, masyarakat akan kuat. Kalau masyarakat kuat, bangsa pun akan kuat. Karena itu perhatian terhadap keluarga bukanlah agenda sampingan, tetapi agenda strategis untuk menyiapkan masa depan Indonesia,” tegasnya.

Bagus menambahkan, PKS ingin hadir tidak hanya pada momentum politik, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi persoalan dalam kehidupan sehari-hari. (**) 

Berita Terkait