Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, berinteraksi dengan peserta didik saat meninjau pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) dalam pembelajaran di TK IT Mekar Insani, Yogyakarta, Kamis (15/10/2026). *(Penulis: Denty A./Editor: Destya/Seno H./Fotografer: Ikram)
Klikwarta.com, Yogyakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, mendorong pemanfaatan _Interactive Flat Panel_ (IFP)/Papan Interaktif Digital (PID) dalam pembelajaran anak usia dini dengan tetap memperhatikan karakteristik dan kebutuhan tumbuh kembang peserta didik. Penggunaan teknologi di satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) perlu dipadukan dengan kegiatan bermain, aktivitas luar ruang, dan interaksi langsung antaranak.
“Memang saya sarankan, meskipun ada PID, aktivitas pembelajaran di TK ini tidak harus _full_ digital, tetapi juga dikombinasikan dengan kegiatan luar ruang. Dengan begitu, anak-anak tetap memiliki interaksi fisik dan kegiatan bermain sehingga bisa berinteraksi lebih baik dengan teman-temannya,” ujar Fajar selepas meninjau penggunaan IFP di salah satu kelas di TK IT Mekar Insani, Yogyakarta, Kamis (15/10).
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto terlaksana dengan baik sekaligus mengidentifikasi kendala di lapangan sebagai bahan evaluasi. Fajar menegaskan, PID dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran yang lebih interaktif. Oleh karena itu, pendidik perlu menggunakannya secara tepat agar teknologi membantu proses belajar tanpa menggeser pengalaman belajar langsung yang dibutuhkan anak usia dini.
Kepala TK IT Mekar Insani, Zenny Savitri, menjelaskan, sekolah menerima PID pada pertengahan 2025 dan telah memanfaatkannya sebagai media pembelajaran tematik. Pembelajaran menggunakan PID salah satunya pernah dilakukan ketika mengenalkan anggota tubuh melalui gambar dan lagu interaktif.
“_Alhamdulillah_, manfaatnya sangat besar bagi pembelajaran kami. Anak-anak menjadi lebih tertarik ketika materi disampaikan menggunakan PID,” ungkapnya.
Meski demikian, pihak sekolah tetap membatasi durasi penggunaan perangkat. Guru biasanya menggunakan PID sekitar 15 menit untuk menyampaikan materi, kemudian melanjutkan pembelajaran melalui interaksi langsung dengan anak.
“Anak-anak itu harus konkret. Jadi, setelah menggunakan PID, kami tetap berinteraksi langsung dengan mereka agar materi yang dipelajari lebih mudah dipahami,” jelasnya.
Sekolah berharap pemerintah dapat memperluas distribusi PID ke lembaga lain di bawah pengelola yang sama, termasuk kelompok bermain dan tempat penitipan anak. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi pembelajaran dapat menjangkau lebih banyak anak sesuai kebutuhan dan tahap perkembangannya. (**)








