Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Dra. Andi Eviana M.Si menerima penyerahan secara simbolis bantuan logistik sebanyak 34.4 Ton dari TNI Angkatan Udara yang diserahkan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal Tonny Harjono, Halim Perdanakusuma, Jakarta (20/8)
Klikwarta.com, Jakarta - Kolaborasi lintas pihak terus diperkuat untuk mendukung percepatan penanganan darurat pascagempa bumi M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dukungan bantuan kemanusiaan dari berbagai unsur, termasuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, disalurkan melalui Pos Dukungan Logistik Nasional Penanggulangan Bencana (PDB) Gempabumi NTT.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan berbagai unsur lainnya dalam memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipenuhi secara cepat dan tepat sasaran.
Pos Dukungan Logistik Nasional PDB Gempabumi NTT Halim Perdanakusuma menerima bantuan kemanusiaan dari TNI AU untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak gempabumi di NTT.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal Tonny Harjono dan secara simbolis diterima oleh Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Dra. Andi Eviana, M.Si pada Kamis (20/8). Bantuan tersebut menjadi wujud sinergi dan kolaborasi dalam memperkuat dukungan logistik selama masa tanggap darurat.

Total bantuan yang masuk dari TNI AU mencapai 34.380 kilogram atau 34,38 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.000 kilogram atau 17 ton telah diberangkatkan untuk didistribusikan ke wilayah terdampak, meliputi sembako, beras, terpal, dan pakaian.
Rinciannya terdiri atas sembako sebanyak 550 paket dengan berat sekitar 4,2 ton, beras 2,5 ton, terpal dan pakaian sekitar 1,8 ton, serta sembako sebanyak 950 paket dengan berat sekitar 8,5 ton.
Sementara itu, sebanyak 17.380 kilogram atau 17,38 ton masih tersimpan sebagai cadangan di Depot Pembekalan Material (DAAU) untuk mendukung kebutuhan penyaluran pada tahap berikutnya.
Pemprov DKI Jakarta Salurkan Dukungan Logistik dan Kesehatan
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut memberikan dukungan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempabumi NTT melalui Pos Dukungan Logistik Nasional PDB Gempabumi NTT.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta dan diterima oleh Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Dra. Andi Eviana, M.Si. di Balaikota Provinsi DKI Jakarta.
Bantuan yang dihimpun dari sejumlah perangkat daerah dan lembaga di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut mencakup kebutuhan pangan, hunian sementara, perlengkapan keluarga, kebutuhan anak, air bersih, hingga dukungan kesehatan.
Adapun bantuan yang disalurkan antara lain makanan siap saji, biskuit, dan air mineral sebanyak 1.750 paket, kasur, bantal, selimut, family kit, terpal, karung, dan kidsware sebanyak 4.000 unit dari BPBD DKI Jakarta.
Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta turut menyalurkan air mineral dan paket makanan sebanyak 1.350 unit serta terpal atau tenda gulung sebanyak 1.000 lembar. Sementara itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta memberikan dukungan berupa 500 kolf infus NaCl, 500 kolf infus Ringer Laktat (RL), 500 kolf infus D40, serta 50 botol Betadine 15 ml.
Dukungan lainnya berasal dari Baznas Provinsi DKI Jakarta berupa 75 karton sarden, 75 karton kornet, 50 karton biskuit bayi, 50 karton bubur bayi, 50 karton bubur instan, 50 karton mi instan, dan 150 karton rendang. PAM Jaya juga mendukung kebutuhan air melalui bantuan toren berkapasitas 300 liter sebanyak 200 unit.
Seluruh armada pengangkut dan personel pendukung disiagakan untuk memastikan proses mobilisasi dan distribusi bantuan berjalan lancar. Sinergi lintas pihak ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok kemanusiaan sekaligus memastikan bantuan menjangkau masyarakat terdampak secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mempercepat penanganan darurat gempabumi NTT, sekaligus memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terus berjalan hingga tahapan penanganan berikutnya.
(Kontributor : Arif)








