Sisi Lain HUT Bhayangkara ke-80 di Manggarai: Panggung Juara Polsek Reo-Aipda Hery, Rapor Merah untuk Tipikor dan Lantas

Rabu, 01/07/2026 - 16:44
Kapolres Manggarai,AKBP Levi Defryansah saat memberikan sambutan di acara syukuran hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Mapolres Manggarai,Rabu 1 Juli 2026

Kapolres Manggarai,AKBP Levi Defryansah saat memberikan sambutan di acara syukuran hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Mapolres Manggarai,Rabu 1 Juli 2026

Klikwarta.com, Manggarai - Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak berjalan seperti seremoni protokoler biasa. Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defryansah, memilih momen sakral ini untuk menerapkan prinsip reward and punishment secara ekstrem: Memuji yang berdarah-darah di lapangan, dan menegur keras yang jalan di tempat.

Hasilnya mengejutkan. Di satu sisi, panggung penghargaan dipenuhi riuh tepuk tangan untuk aksi kemanusiaan dan respons cepat bintara lapangan. Di sisi lain, deretan unit "basah" dan strategis justru harus gigit jari tanpa membawa pulang satu pun piagam penghargaan.

Dari Mushola hingga 'Rumah Harapan' untuk Warga Miskin

Polres Manggarai tampaknya ingin mengirim pesan kuat: Polisi masa kini bukan cuma soal menangkap penjahat, tapi soal seberapa peduli mereka pada nurani publik.

Apresiasi institusi tertinggi jatuh kepada Polsek Reo. Mereka dinilai sukses melampaui tugas administratif dengan membangun Mushola—sebuah ruang inklusif yang kini menjadi jembatan spiritual antara polisi dan warga sekitar.

Namun, bintang utama dalam seremoni kali ini adalah Aipda Hery Tena. Nama personel ini menggema setelah konsistensinya bergerak di jalur sunyi kemanusiaan diakui komando atas.

Aipda Hery dianugerahi penghargaan tertinggi atas dedikasinya memimpin berbagai program layanan kesehatan gratis dan menakhodai program "Rumah Harapan"—sebuah gerakan nyata membedah dan membangun rumah layak huni bagi masyarakat prasejahtera di pelosok Kabupaten Manggarai.

Sementara di garda depan pengamanan, dua anggota buru sergap (Buser) juga naik panggung. Keduanya mendapat pukulan punggung bangga dari Kapolres setelah sukses besar menggulung sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang belakangan menghantui ketenangan warga.

Warning Keras Kapolres: Unit Tipikor, Tipidter, Lantas, dan Binmas 'Zonk'!

Di balik senyum para penerima penghargaan, atmosfer upacara sempat menegang saat Kapolres Levi Defryansah membuka lembar evaluasi.

Secara mengejutkan dan tanpa tedeng aling-aling, Kapolres mengumumkan bahwa sejumlah unit mentereng tidak mendapatkan apresiasi sama sekali. Unit-unit tersebut adalah:

Unit Tipikor (Tindak Pidana Korupsi)

Unit Tipidter (Tindak Pidana Tertentu)

Satuan Lalu Lintas (Satlantas)

Satuan Binmas (Bimbingan Masyarakat)

Langkah "bersih-bersih kinerja" ini sengaja dipamerkan di depan publik sebagai alarm keras. Kapolres menegaskan bahwa di era modern, pangkat dan jabatan tidak lagi menjamin sebuah apresiasi jika tidak dibarengi dengan prestasi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Rapor abu-abu di Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi tamparan sekaligus tantangan besar bagi unit Tipikor hingga Lantas Polres Manggarai untuk segera berbenah, keluar dari zona nyaman, dan membuktikan diri pada sisa tahun anggaran ini.

Penulis : Kordianus Lado

Berita Terkait