Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara usai Rapat Pleno Hasil Penilaian dan Usulan Tim Ekspedisi Patriot 2026, Selasa (26/5)
Klikwarta.com, Jakarta - Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 yang digagas Kementerian Transmigrasi mendapat antusiasme luar biasa dari generasi muda Indonesia. Sebanyak 10.539 peserta resmi mendaftar untuk mengikuti seleksi program pengabdian di kawasan transmigrasi melalui 10 perguruan tinggi mitra.
Program ini disiapkan untuk memperkuat sumber daya manusia unggul di kawasan transmigrasi sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru sebagai bagian dari transformasi transmigrasi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami ingin the best of the best. Kami ingin yang terbaik dari yang terbaik, sehingga yang datang ke kawasan transmigrasi itu betul-betul adalah SDM unggul yang terseleksi oleh universitas terbaik,” kata Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara usai Rapat Pleno Hasil Penilaian dan Usulan Tim Ekspedisi Patriot 2026, Selasa (26/5).
Sebanyak 10 ribu pendaftar anggota TEP berasal dari Universitas Indonesia (UI) sebanyak 1.249 pendaftar, Universitas Gadjah Mada (UGM) 1.187 pendaftar, Universitas Hasanuddin (Unhas) 1.181 pendaftar, Universitas Airlangga (Unair) 1.157 pendaftar, Institut Pertanian Bogor (IPB) 1.075 pendaftar, Universitas Brawijaya (UB) 1.014 pendaftar, Universitas Diponegoro (Undip) 972 pendaftar, Universitas Padjadjaran (Unpad) 952 pendaftar, Institut Teknologi Bandung (ITB) 872 pendaftar, serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebanyak 700 pendaftar.
Menteri Iftitah mengatakan, tingginya minat generasi muda menunjukkan semakin kuatnya kesadaran untuk ikut terlibat langsung dalam pembangunan kawasan transmigrasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Indonesia tidak kekurangan potensi, Indonesia kaya. Yang dibutuhkan adalah sumber daya manusia unggul yang hadir di kawasan-kawasan transmigrasi,” ujarnya.
Peserta TEP 2026 berasal dari berbagai disiplin ilmu strategis, mulai dari pertanian, kehutanan, perikanan, energi terbarukan, kebencanaan, teknik lingkungan, tata ruang, hingga ilmu sosial dan pengembangan masyarakat. Keberagaman keilmuan tersebut disiapkan untuk membangun kawasan transmigrasi secara komprehensif dan berkelanjutan. Menteri Transmigrasi menyampaikan awal Juni mendatang akan dilakukan seleksi, setelah itu nanti akan ada pembekalan di setiap kampus. Pembekalan di tiap-tiap kampus itu pun nanti akan menekankan pada aspek lingkungannya.
“Sehingga mereka bisa betul-betul memiliki satu survival mode menghadapi luar biasa kekayaan Indonesia ini beserta dengan tantangannya, bencana, kemudian laut, kemudian juga tantangan-tantangan lainnya. Jadi nanti kami akan juga berikan pelatihan-pelatihan termasuk belajar juga dari tahun lalu, aspek kesehatan juga kami akan sangat perhatikan, baru nanti akan ada pembekalan, sekitar akhir Juli sebelum nanti mereka kami lepas,” imbuhnya.
Setelah menjalani serangkaian seleksi dan pembekalan Tim Ekspedisi Patriot 2026 akan diberangkatkan ke 53 kawasan transmigrasi pada akhir Juli. (**)








