Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq bersama siswa SD Kanisius Wonogiri
Klikwarta.com, Wonogiri, Jawa Tengah, 16 April 2026 - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen agar Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi potret kejujuran pendidikan Indonesia dengan melahirkan murid-murid hebat yang percaya akan kemampuannya sendiri.
Oleh karenanya, guna memantau persiapan pelaksanaan TKA dapat berjalan dengan maksimal untuk jenjang SD yang akan dilaksanakan pada 20 April 2026 mendatang, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengunjungi SD Kanisius Wonogiri, Jawa Tengah pada Rabu (15/4).
TKA hadir dengan pendekatan yang menekankan pada penguasaan logika melalui model soal cerita. Model ini dirancang agar siswa tidak sekadar menghafal rumus, namun mampu memahami konteks masalah dalam kehidupan sehari hari. Dalam interaksinya bersama murid, Wamen Fajar menekankan pentingnya kejujuran sebagai fondasi utama pendidikan karakter.
“Hadapi TKA dengan jujur dan benar. Nilai walau tidak sempurna namun didapatkan dengan cara yang jujur itu lebih berharga. Yang nilainya 100 tetapi hasil menyontek, itu tidak ada artinya”, tegas Wamen Fajar di hadapan murid kelas VI, Rabu (15/4).
Kepala Sekolah SD Kanisius Wonogiri, Eliut Nina, menjelaskan bahwa seluruh murid kelas VI yang berjumlah 26 anak dipastikan mengikuti ujian ini dengan persiapan yang matang. Mulai dari jam tambahan hingga optimalisasi Laboratorium (Lab) TIK agar siswa terbiasa dengan sistem komputer. Menurutnya, TKA memberikan ukuran yang jelas terhadap hasil belajar siswa, namun ia tetap menitikberatkan agar para pengelola sekolah benar-benar menjaga aspek kejujuran di samping kesiapan akademis.
Selaras dengan hal tersebut, Guru Kelas VI, Danang Prasetyo Wibowo, mengungkapkan adanya pergeseran strategi pengajaran yang saat ini dialihkan pada pemahaman pernyataan atau instruksi soal terutama pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Dia menekankan bahwa melalui logika yang terlatih, murid tidak perlu terjebak menghitung manual secara berlebihan untuk mencapai hasil yang maksimal. Hal ini dianggap krusial mengingat nilai TKA akan menjadi modal penting bagi siswa yang ingin menyasar sekolah menengah melalui jalur prestasi.

Antusiasme juga terpancar dari murid kelas VI yaitu Lintang dan Igo. Meski sempat merasa sedikit tegang, Lintang menyatakan persiapannya telah mencapai 90 persen berkat belajar mandiri melalui berbagai literasi di internet. Senada dengan itu, Igo yang rutin mempelajari buku paket dan berlatih soal secara daring, optimis menghadapi ujian pada 20 April nanti. Keduanya berpesan, ”Ayo teman-teman di seluruh Indonesia tetap semangat dan terus belajar menyongsong pelaksanaan TKA.”
Selain aspek akademik, Wamen Fajar juga memastikan program pendukung seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan optimal di sekolah ini untuk menjaga kebugaran fisik murid khususnya selama masa persiapan ujian. Suasana kunjungan juga diwarnai dengan sosialisasi anti perundungan dengan menyanyikan lagu “Rukun Sama Teman”, untuk mengingatkan para murid agar menciptakan suasana yang nyaman dan bahagia.
(Kontributor : Arif)








