Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, meninjau langsung kesiapan lokasi penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026
Klikwarta.com, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, meninjau langsung kesiapan lokasi penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Hotel Indonesia (HI) Kempinski dan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta. Peninjauan ini mempertegas kesiapan Indonesia dalam mengemas kekayaan intelektual (_Intellectual Property_/IP) _event_ nasional ke tingkat dunia melalui sinergi lintas sektor.
“Persiapan WCCE 2026 tidak hanya fokus pada kelancaran konferensi, tetapi juga pada bagaimana setiap rangkaian kegiatan dapat menghadirkan ruang kolaborasi yang produktif bagi pemerintah, akademisi, investor, komunitas, kreator, pegiat ekraf, dan media. Kami ingin memastikan seluruh lokasi siap mendukung pertemuan, pertukaran gagasan, serta terbukanya peluang kerja sama ekonomi kreatif lintas negara. Tentu harapannya yang sudah dipersiapkan bersama bisa membuat acara berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Menteri Ekraf, Senin (19/10).
WCCE 2026 dijadwalkan berlangsung selama lima hari pada 21–25 Oktober 2026. Di HI Kempinski, rangkaian agenda utama mencakup _Friends of Creative Economy_ dan _Ministerial Meeting_ di Bali Room, _Bilateral Meeting_ di Ruang Palapi dan Jati, _Plenary Sessions_ di Kempinski Grand Ballroom, serta _Creative Sessions_ dan _B2B Matchmaking_ di CGV Grand Indonesia.
Sementara itu di kawasan SCBD, peninjauan berfokus pada konsep _Creativillage_ WCCE. Titik peninjauan meliputi Ashta District 8 (Village One) yang menyoroti subsektor arsitektur, desain, dan fesyen; MGP Space (Village Two) untuk gim interaktif, film, produk UMKM, aktivasi komunitas, serta _area automotive modification_; hingga Village Three sebagai pusat perayaan WCCE _Weekland_ yang memadukan pertunjukan seni, kuliner, dan produk kreatif lokal pada 24–25 Oktober 2026. Menteri Ekraf juga mengecek kesiapan lokasi _Welcoming Dinner_ 'Soul of Indonesia' di Akasta dan _Diplomatic Dinner_ di Treasury 78.
“Persiapan rangkaian WCCE 2026 ini merupakan kolaborasi lintas sektor yang kuat sebagai wujud sinergi yang membuktikan bahwa semangat kreativitas menjadi semakin nyata ketika _IP event_ milik Indonesia bisa diwujudkan bersama. Tentu menjadi tuan rumah perhelatan konferensi internasional sebagai kesempatan emas yang diberikan supaya Indonesia bisa menunjukkan kekuatan ekonomi kreatif global,” ujar Menteri Ekraf.
Penyelenggaraan WCCE 2026 bertepatan dengan momentum Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober yang menjadi bagian dari gerakan OktoberKreasi. Momentum ini dimanfaatkan untuk menggerakkan ekosistem kreatif daerah, memperluas jejaring pasar global, serta mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas di sektor kreatif. Melalui pendekatan _Inclusively Creative: Collective Continuity_, forum ini dirancang untuk mengonversi kreativitas lokal menjadi peluang investasi, penguatan perlindungan IP, dan perluasan rantai pasok global bagi para pelaku ekraf nasional.
Turut mendampingi Menteri Ekraf dalam peninjauan yaitu Sekretaris Kementerian Ekraf, Dessy Ruhati; Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Mohammed Ali Berawi; Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu; Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi; jajaran Staf Khusus Menteri, Staf Ahli Menteri, Tenaga Ahli Menteri, pejabat eselon I dan II Kementerian Ekraf, beserta panitia pelaksana WCCE 2026. (**)








