Suwandy Tampung Aspirasi Pemberdayaan Perempuan, Pelatihan UMKM dan Keterampilan Digelar Bergilir di Gedeg

Minggu, 26/07/2026 - 14:25
 Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi NasDem, Suwandy. Kegiatan itu digelar di Gedung Sanggar Singo Putro Budoyo, Dusun Jeruk Seger, Desa Jeruk Seger, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Minggu (26/7/2026) Suwandy Tampung Aspirasi Pemberdayaan Perempuan, Pelatihan UMKM dan Keterampilan Digelar Bergilir di Gedeg

Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi NasDem, Suwandy. Kegiatan itu digelar di Gedung Sanggar Singo Putro Budoyo, Dusun Jeruk Seger, Desa Jeruk Seger, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Minggu (26/7/2026) Suwandy Tampung Aspirasi Pemberdayaan Perempuan, Pelatihan UMKM dan Keterampilan Digelar Bergilir di Gedeg

Klikwarta.com, Jatim - Aspirasi pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan dan pengembangan UMKM menjadi sorotan utama dalam kegiatan reses Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi NasDem, Suwandy. Kegiatan itu digelar di Gedung Sanggar Singo Putro Budoyo, Dusun Jeruk Seger, Desa Jeruk Seger, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Minggu (26/7/2026).

Salah satu warga, Kafifa, menyampaikan harapan agar pelatihan kreativitas dan pengembangan UMKM khusus perempuan bisa dilaksanakan di Kecamatan Gedeg. Menurutnya, program tersebut dinilai penting untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi kaum perempuan.

Menanggapi hal itu, Suwandy mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan berbagai program pelatihan yang bisa diakses masyarakat.

"Kalau pelatihan ini saya sampaikan ada nanti program dari provinsi, termasuk pelatihan rias pengantin, pembuatan kue, kemudian pelatihan UMKM yang lainnya ada," ujar Suwandy.

Anggota Komisi E DPRD Jatim itu menjelaskan, pelaksanaan pelatihan akan dilakukan secara bertahap dan bergilir agar setiap desa di Gedeg mendapat kesempatan yang sama.

"Kami nanti sudah saya tawarkan, tapi tidak banyak, jadi bertahap gantian masing-masing desa. Dan nanti kami ambilkan dari program-program yang di masing-masing BLK," katanya.

Suwandy menyebut proses pengajuan pelatihan tidak berbelit. Syarat utamanya, desa bersedia menyiapkan peserta dan menyediakan lokasi kegiatan.

"Tidak ada mekanisme yang rumit. Yang penting desa tersebut punya peserta, kemudian sanggup dan punya tempat, ya sudah kita ajukan. Gantian nanti, karena tidak semua desa itu siap untuk diberi pelatihan. Pelatihannya juga berlangsung selama satu bulan penuh," jelasnya.

Ia berharap, selain membekali warga dengan keterampilan, pelatihan ini juga bisa melahirkan pelaku UMKM baru yang mampu menggerakkan ekonomi desa. 

Menurutnya, pemberdayaan melalui pelatihan merupakan langkah strategis untuk menciptakan kemandirian ekonomi dari tingkat bawah.

Selain pelatihan perempuan, dalam reses tersebut warga juga menyampaikan aspirasi lain. Di antaranya pengembangan kebudayaan daerah dan dorongan agar pelaku UMKM memiliki akses pasar yang lebih luas.

Suwandy menegaskan seluruh masukan warga akan dicatat dan diupayakan untuk ditindaklanjuti melalui program Pemprov Jatim.

Tags

Berita Terkait