Wali Kota Depok Rencanakan Kantor Urusan Haji dan Umrah di Masjid Dhuyufur Rahman

Senin, 19/01/2026 - 18:31
Walikota Depok Supian Suri memberikan keterangan usai meninjau Masjid Dhuyufur Rahman, Senin (19/1)

Walikota Depok Supian Suri memberikan keterangan usai meninjau Masjid Dhuyufur Rahman, Senin (19/1)

Klikwarta.com, Depok – Wali Kota Depok, Dr. H. Supian Suri, M.M., meninjau pembangunan Masjid Dhuyufur Rahman yang berada di kawasan Terminal Jatijajar, Kecamatan Tapos, Senin (19/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan bersama Camat Tapos, Lurah Jatijajar, serta sejumlah perwakilan dinas terkait.

Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan progres pembangunan masjid sekaligus membahas rencana pemanfaatan gedung sebagai kantor urusan haji dan umrah Kota Depok. Masjid Dhuyufur Rahman dibangun menggunakan anggaran sekitar Rp33 miliar yang bersumber dari APBD Kota Depok.

“Alhamdulillah hari ini saya meninjau langsung pembangunan masjid ini, sekaligus merencanakan kehadiran kantor urusan haji dan umrah Kota Depok di area masjid yang telah kita bangun,” ujar Supian Suri di lokasi.

.

Ia menjelaskan, rencana tersebut mengedepankan optimalisasi bangunan yang sudah ada tanpa memerlukan pembangunan baru maupun tambahan anggaran besar. Menurutnya, ruang-ruang yang tersedia di masjid cukup memadai untuk dimanfaatkan secara multifungsi.

“Saya menyarankan agar ruang yang sudah ada dimaksimalkan. Lantai atas tetap difungsikan sebagai masjid, sementara lantai bawah dapat dimanfaatkan sebagai kantor urusan haji dan umrah bersama DKM. Ruangnya sangat cukup sehingga tetap menjadi satu kesatuan gedung,” jelasnya.

Supian Suri menegaskan, selama penyesuaian hanya sebatas perubahan fungsi ruang seperti penyekatan, maka tidak diperlukan penganggaran baru. Pemerintah Kota Depok akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Agama serta kementerian terkait urusan haji dan umrah untuk teknis pelaksanaannya.

“Di sini tersedia aula yang luas, ruang-ruang kantor, hingga perpustakaan. Untuk tahap awal, fasilitas tersebut bisa diprioritaskan sebagai kantor urusan haji dan umrah,” tambahnya.

 

.

Lebih lanjut, Supian Suri menilai lokasi Masjid Dhuyufur Rahman sangat strategis meskipun berada di luar kawasan permukiman. Kedekatannya dengan Terminal Jatijajar, akses langsung ke Jalan Raya Jakarta–Bogor, serta jalur tol menjadikan kawasan ini ideal sebagai pusat layanan haji dan umrah.

“Area ini luas, memungkinkan parkir bus, dan akses ke tol juga dekat. Jika warga ditanya lokasi kantor haji dan umrah, cukup disebut dekat Terminal Jatijajar, pasti mudah dikenali,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kebijakan pemerintah pusat yang memisahkan kantor Kementerian Agama dengan kantor urusan haji dan umrah, sehingga pemerintah daerah memiliki peran dalam memfasilitasi sarana pendukungnya.

“Daripada bangunan besar dengan anggaran besar ini tidak dimaksimalkan, lebih baik kita fungsikan untuk kemaslahatan masyarakat. Dengan hadirnya kantor urusan haji dan umrah di sini, manfaatnya akan jauh lebih dirasakan warga Depok,” pungkas Supian Suri.

.

Dalam kesempatan tersebut, H. Zarkasih Hasan menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wali Kota Depok ke Masjid Dhuyufur Rahman. Menurutnya, kehadiran langsung Wali Kota menjadi bentuk perhatian dan komitmen Pemerintah Kota Depok terhadap pengembangan fungsi masjid sebagai pusat pelayanan dan kemaslahatan umat.

Ia menilai rencana pemanfaatan Masjid Dhuyufur Rahman sebagai kantor urusan haji dan umrah merupakan langkah strategis yang akan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan lokasi yang strategis, masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat layanan keagamaan yang representatif bagi warga Depok.

“Ini merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi kami. Kami mengapresiasi perhatian Bapak Wali Kota yang turun langsung meninjau dan merencanakan pemanfaatan masjid agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat,” ujar H. Zarkasih Hasan.

(Kontributor: Arif)

Berita Terkait