Kemenhaj Kota Depok Gaungkan Program Edukasi Depok Berhaji, Ini Tujuannya

Kamis, 02/07/2026 - 18:52
Kasi Pelayanan dan Fasilitasi Kemenhaj Kota Depok, H Boby Arvianto

Kasi Pelayanan dan Fasilitasi Kemenhaj Kota Depok, H Boby Arvianto

Klikwarta.com, Depok – Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kota Depok mulai menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar menumbuhkan niat menunaikan ibadah haji sejak dini melalui kebiasaan menabung. Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat yang belum mampu mendaftar haji agar tetap memiliki kesempatan mewujudkan impian ke Tanah Suci.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pelayanan dan Fasilitasi Kementerian Haji Kota Depok, H. Boby Arvianto, SE, saat ditemui di Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Kamis (2/7/2026).

Menurut Boby, konsep yang tengah disiapkan bertajuk "Depok Berhaji" bukan semata-mata mengajak masyarakat segera mendaftar haji, melainkan membangun kesadaran untuk memulai dari langkah sederhana, yaitu menabung sesuai kemampuan.

"Yang paling penting adalah meluruskan niat terlebih dahulu. Kalau belum mampu mendaftar haji, tidak masalah. Mulailah dengan menabung, meski hanya Rp50 ribu atau Rp100 ribu. Itu sudah menjadi bagian dari ikhtiar menuju ibadah haji," ujarnya.

Ia menjelaskan, Kemenhaji nantinya akan menggandeng perbankan syariah untuk memfasilitasi pembukaan rekening tabungan haji bagi masyarakat maupun kelompok majelis taklim yang memiliki keinginan menabung secara bertahap.

"Kalau ada satu majelis taklim misalnya berisi 60 orang yang ingin membuka tabungan haji, kami bisa bekerja sama dengan bank agar mereka dibukakan rekening. Jadi setiap kali memiliki rezeki bisa langsung ditabung," jelasnya.

Boby menuturkan, edukasi tersebut juga menyasar kalangan wartawan, tokoh masyarakat, hingga keluarga mereka melalui berbagai kegiatan keagamaan dan majelis taklim. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa perjalanan menuju haji dimulai dari niat dan perencanaan keuangan.

Ia mengakui masa tunggu haji secara nasional saat ini berkisar 26 tahun. Namun menurutnya, lamanya antrean tidak boleh menyurutkan semangat masyarakat untuk mulai menabung.

"Jangan hanya melihat lamanya antrean. Panggilan Allah tidak ada yang tahu. Bisa saja ke depan kuota Indonesia bertambah sehingga masa tunggu menjadi lebih singkat. Yang terpenting adalah memiliki niat dan mulai mempersiapkannya," katanya.

Selain itu, Boby menjelaskan bahwa porsi haji juga dapat dialihkan kepada ahli waris apabila calon jemaah yang telah memiliki nomor porsi meninggal dunia atau mengalami sakit permanen sehingga tidak dapat berangkat.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang dinilai berjalan lancar, meski Kementerian Haji merupakan lembaga yang baru dibentuk.

"Alhamdulillah, penyelenggaraan haji tahun 2026 berjalan dengan baik. Untuk Kota Depok, mulai dari proses administrasi, pelunasan, pemberangkatan hingga pemulangan jemaah berlangsung lancar tanpa kendala berarti," ungkapnya.

Meski demikian, Boby menyebut terdapat satu jemaah asal Kota Depok yang wafat, salah satunya meninggal dunia di Arab Saudi karena sakit saat menjalankan ibadah haji.

Ke depan, Kementerian Haji Kota Depok berharap dukungan masyarakat terhadap keberadaan lembaga baru tersebut agar kualitas pelayanan haji semakin meningkat dari tahun ke tahun.

"Kami ingin Kementerian Haji benar-benar hadir memberikan pelayanan yang lebih baik. Tentu masih ada tantangan, tetapi kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tutup Boby.

(Kontributor : Arif)

Berita Terkait