Jangan Takut Merubah Diri untuk Menuju Hidup yang Lebih Baik

Senin, 10/07/2023 - 20:14
Sumber Foto : Kompas.com

Sumber Foto : Kompas.com

Oleh : Zulia Ulfatul Badriyah 

Klikwarta.com - Setiap manusia memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda, seperti kebaikan dan keburukan.  Hal ini berkaitan dengan kepribadian individu manusia yang melekat dalam dirinya. Kebaikan manusia dapat ditingkatakan ke lebih tinggi, sedangkan keburukan manusia dapat di ubah menjadi kebaikan. Kebaiakan dan keburukan bisa di kontrol oleh diri sendiri. Jika ingin menjadi manusia yang lebih baik untuk kehidupan, harus berani untuk mengubah keburukan yang sudah di lakukan sebelumnya.

Berani hidup lebih baik sering terdengar oleh teman atau orang lain pada pergantian tahun. Faktanya setalah melewati bulan ke bulan kalimat tersebut terlupakan oleh orang yang bicara. Mungkin sebagian orang melakukan pegantian tahun berhasil dengan orang yang lebih baik tetapi juga ada sebagain orang yang tidak menjadi orang yang lebih baik untuk menjalani kehidupan. Alhasil, pernyataan tersebut hanya menjadi pengulangan kalimat yang setiap pergantian tahun diucapakan. Oleh sebab itu, berani berubah untuk yang lebih baik harus di lakukan dengan cara perlahan-lahan agar mendapatkan hasil yang memuaskan. 

Langkah-langkah untuk mengubah hidup lebiah baik sebagai berikut: 

1. Mengenal Kepribadian Diri Sendiri
Kepribadian dapat di ukur dari usaha manusianya itu sendiri seperti apa. Kepribadian dapat di ukur dari usaha hidupnya, pola berpikirnya, ketepatan berhitung, jauhnya memandang, dan kuatnya bersemangat. Mengukur kepribadian seseorang tidak di lihat dari rasa sayang atau rasa peduli tetapi harus melihat bagaimana sifat ke diri kita.

Kepribadian seseorang terbentuk dari pengalaman yang didapat dan perbuatan yang dilakukan. Maka dari itu harus mencari lingkungan, pengalaman, dan pengajaran yang bisa membentuk kepribadian yang kita inginkan. Sebab, pembentukan kepribadian seseorang dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dibentuk oleh diri sendiri sedangkan faktor eksternal yakni faktor pendidikan dan lingkungan. Apabila dua faktor tersebut seimbang, artinya memberikan dampak positif bagi diri sendiri. 

2. Sifat-Sifat Baik yang Memunculkan Kepribadian Seseorang dalam Kehidupan
Bijaksana sudah menjadi sifat yang melekat pada diri manusia. Kebijaksanaan menjadi peran penting dalam meningkatkan sikap individu. Dengan kebijaksanaan, ilmu pengetahuan dapat diterima dengan mudah dan sikap baik lain dapat dilaksanakan. Seseorang yang memiliki sifat bijaksana yang baik akam terbuka dengan sudut pandang lain dan menerimnya dengan tanpa perlu mengorbankan pendirian dan keyakinan diri sendiri. 
    
Berani artinya tidak takut akan suatu hal yang di lakukan. Dalam hidup sering menghadapi kesulitan dan menyelesaikan masalah dengan cara masing-masing. Keberanian adalah prinsip seseorang yang melekat pada diri untuk menyelesaikan masalah hidup. Keberanian adalah modal awal untuk seseorang melakuakan sesuatu yang belum pernah dicoba. Contohnya ada orang yang memiliki banyak uang tetapi dia berani menggunakan uang tersebut dengan berbisnis akibatnya orang tersebut memiliki penghasil banyak sedangkan orang yang tidak berani untuk memulai bisnis uang tersebut tidak akan bertambah melainkan berkurang. Banyak yang sudah membuktikan dengan keberanian dapat mencapai segala keinginan serta memenuhi keinginan kita tercapai. 

3. Menuju Kehidupan yang Lebih Baik 
Untuk menjadi yang lebih baik harus menajdi orang yang tidak kebiasaan menunda suatu pekejaan. Contohnya menunda mengerjakan tugas, menunda sholat, dan lain-lain. Walaupun menunda sesuatu itu hal yang terlihat sepele tetapi jika terus-menerus akan merugikan diri sendiri. Orang yang hebat adalah orang yang tidak menunda pekerjaan dengan jangka waktu panjang. Selain menunda waktu, tidak memperdulikan hinaan orang lain juga termasuk cara untuk menuju hidup yang lebih baik.

Banyak sekali kasus perundungan yang terjadi saat ini, mulai dari perundungan antar teman sekolah, hinaan menyepelekan kemampuan, dan masih banyak lagi. Jika menjadi korban hinaan, kita tidak perlu merasa sedih berkepanjangan. Kita hanya membuktikan kepada orang-orang yang sudah menghina kita dengan prestasi yang telah diperoleh. Jangan pernah sakit hati jika ada seseorang yang menghina kita, cukup senyum dan terima perkataannya.

Selain hinaan dari orang lain, nasihat orang lain juga sangat dibutuhkan. Penting karena bisa digunakan untuk intropeksi diri agar menjadi lebih baik. Jika sedang kesulitan, kemudian mendapat nasihat dari orang lain agar memberikan solusi kesulitan tersebut. Nasihat yang diterima ketika berbuat salah sejatinya sebagai alarm bahwa sesuatu yang dilakukan adalah sebuah kesalahan dan nasihat itu mencegah kita agar tidak melakukan kesalahan yang sama.

4. Proses Memperbaiki Diri 
Menerima dengan lapang dada sebuah kenyataan yang ada pada diri kita itu sangat sulit sekali. Menerima dengan lapang dada membutuhkan waktu yang cukup lama dari sebuah kenyataan yang pahit. Seseorang yang menerima kenyataan dengan lapang dada adalah orang yang senantiasa menyadari segala tindakan yang telah dilakukan. Seseorang yang senantiasa menerima kenyaatan dengan lapang dada telah melewati jalan ikhlas untuk bisa menerima.

Cara untuk menerima dengan lapang dada yaitu pertama, meluapkan beban hidup. Meluapkan dengan cara bercerita kepada orang yang dianggap dekat seperti orang tua, pasangan, dan sahabat. Kedua, menutup diri dari masalah yang dihadapi. Menutup diri dengan menyimpan rapat-rapat beban yang datang membuat diri sendiri merasa tenang. Ketiga, mencari kesibukan. Menyibukkan diri dengan cara ikut kegiatan yang sesuai hobi bisa membuat melupakan masalah. 

Selain itu harus menentukan tujuan hidup agar bisa melakukan kegiatan sesuai dengan tujuan hidup yang di inginkan. Ada banyak tujuan hidup, ada yang ingin hidup sukses, ada yang ingin kaya raya, dan ada yang ingin memiliki jabatan tinggi. Jika kita ingin sukses, kaya raya, dan memiliki jabatan mewujudkannya dengan cara mudah maka harus mulai dari sekarang. 

5. Kebaikan Dimulai dari Diri Sendiri 
Cara terbaik untuk mengikhlaskan adalah dengan cara memaafkan. Selama menjadi orang yang mudah memaafkan kesalahan orang lain terhadap diri kita dapat menyebabkan ketenangan. Namun, selama kita dapat memaafkan, kesempatan untuk memperbaiki yang salah dan melengkapi yang kurang masih bisa diperbaiki. Memaafkan adalah toleransi terhadap kesalahan yang dilakukan oleh orang lain.  

Makin besar toleransi seseorang terhadap kesalahan, semakin mudah juga untuk memaafkan orang lain. Ada yang mengatakan bahwa meminta maaf mudah dilakukan daripada memaafkan seseorang. Meminta maaf hanya perlu keberanian dan mengucapkan dengan lisan, tanpa diketahui meminta maaf dengan ikhlas atau sekedar agar tidak berantem. Sedangkan memaafkan melibatkan perasaan yang bisa saja di bohongi jika yang meminta maaf tidak tulus.

Menentukan tujuan hidup dan niat yang jelas sangat berpengaruh dalam proses memperbaiki diri. Karena, hidup itu seperti perjalanan yang harus dilewati dengan pelan-pelan. Sebuah perjalanan tentu memiliki tujuan hidup yang sesuai dengan diri sendiri. Seorang pengemudi tidak akan mengendalikan kendaraannya tanpa tujuan yang pasti. Pastikan tujuan dengan baik dan nikmati proses dalam perjalanan jangan mudah menyerah dan yakin pada diri bahwa kamu dapat mencapai tujuan tersebut.

Disaat telah mengetahui kepribadian, tujuan, niat, dan hati yakin mulailah menjadi lebih baik terhadap diri sendiri dengan perlahan agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan. Pertama, jadilah manusia yang pemaaf karena kita tidak membiarkan kebencian bersarang dan bermukim dalam hati. Kedua, berusahalah untuk mengendalikan nafsu dan menyeimbangkan diri. Ketiga, carilah lingkungan yang mendukung kamu untuk berubah menjadi lebih baik lagi.

Tags

Berita Terkait