IKA Unpad forum 2026 di Jakarta, Kamis (22/10)
Klikwarta.com, Jakarta -Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono yang juga Ketua Ikatan Alumni Universitas Padjajaran (IKA Unpad) menilai dunia internasional semakin tidak menentu, Indonesia sebagai salah satu negara yang pernah memprakarasi Konferensi Asia Afrika, diharapkan dapat kembali memperkuat peran strategis tersebut dalam menghadapi berbagai isu global, yaitu perdamaian dan keamanan, perubahan iklim dan ketidaksetaraan
Hal itu disampaikan Ferry dalam The Mochtar Kusumaatmadja Forum 2026 yang diselenggarakan IKA FH Unpad dengan tema: Merawat Tradisi Diplomasi Indonesia bagi Masa Depan Bangsa, Kamis (22/10) di Jakarta. Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widiyanti, Sekretaris Eksekutif UNESCAP Armida Salsiah Alisjahbana mewakili keluarga, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, serta Menteri Luar Negeri Arman A. Nasir secara daring.
Ferry mengatakan bahwa Unpad, melalui Fakultas Hukum, IKA Unpad, dan Kementerian Luar Negeri, dapat menginisiasi forum diskusi untuk membahas isu global tersebut guna memperkuat peran diplomasi Indonesia. Forum ini akan berjalan lebih efektif dengan melibatkan para alumni Unpad yang bertugas sebagai diplomat.
"Sekiranya dibuat lagi forum yang seperti ini yang melibatkan teman-teman dari alumni Unpad di yang bekerja di negara-negara penempatan itu bisa diajak berdiskusi, IKA Unpad akan ikut bantu," kata Ferry.

Ia menegaskan di tengah dinamika global yang semakin kompleks, diplomasi semakin penting tidak hanya untuk menjaga hubungan antar negara tetapi juga untuk kepentingan nasional, memperkuat ketahanan bangsa dan peluang kerja sama.
Dalam sambutannya, Ferry juga menyampaikan rasa bangga dari IKA Unpad atas dianugerahkannya gelar pahlawan nasional kepada Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja dan juga Prof. Dr. Iwa Kusuma Sumantri yang merupakan Rektor pertama Unpad.
Dekan Fakultas Hukum Unpad R. Achmad Gusman Catur mengatakan warisan Mochtar Kusumaatmadja dalam dunia diplomasi sangat penting. Ia mengatakan, Mochtar Kusumaatmadja tidak memperluas wilayah dengan butir peluru atau senjata, melainkan memperluasnya dengan argumen hukum, kegigihan dalam diplomasi dan keyakinan bahwa hukum internasional dapat dibentuk bukan sekedar diterima saja.
Achmad Gusman juga menyampaikan, warisan keilmuan Mochtar dalam bidang hukum telah berkontribusi signifikan, bukan hanya terhadap ilmu hukum tapi juga perkembangan diplomasi Indonesia.
"Unpad akan terus berupaya menerapkan dan melakukan pendekatan yang sesuai dengan gagasan Prof Mochtar bahwa pendidikan hukum harus senantiasa dibekali dengan kemampuan komprehensif untuk memahami persoalan masyarakat," katanya.
Armida Salsiah Alisjahbana, yang merupakan putri Mochtar Kusumaatmadja, mengatakan sangat penting Indonesia memiliki kemampuan dan kepemimpinan strategis nasional dalam menjaga kepentingan nasional dalam situasi global yang semakin kompleks dan penuh tantangan.
Dalam kesempatan tersebut, Armida mengatakan kiprah Mochtar Kusumaatmadja dapat memberikan teladan serta motivasi untuk terus menjaga peran strategis dan kepemimpinan Indonesia di kancah internasional.
Armida sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Asia dan Pasifik (UNESCAP), mengutip pandangan Sekjen PBB, menyampaikan empat isu krusial yang mendesak bagi masa depan dunia, yaitu, perdamaian dan keamanan, perubahan iklim, ketidaksetaraan, teknologi masa depan dan AI.
(Kontributor : Arif)








