Dispertapa Kabupaten Blitar Beri Pelatihan Petani Tembakau Bikin Pestisida Nabati

Rabu, 08/09/2021 - 18:11
Situasi Pembekalan Pembuatan Pestisida Nabati (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Situasi Pembekalan Pembuatan Pestisida Nabati (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Klikwarta.com Blitar - Demi menjaga petani tembakau tidak ketergantungan memakai pupuk yang mengandung zat kimia untuk bertanam, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar memberikan pelatihan pembuatan pestisida berkandungan zat nabati, Rabu (8/9/2021) di desa Mandesan, kecamatan Selopuro.

Dispertapa Pemkab Blitar mengawali pembekalan praktik pembuatan pestisida nabati di kabupaten Blitar kepada petani tembakau di desa Mandesan, kecamatan Selopuro yang tergabung dalam kelompok tani Makaryo Tani 2.

Kasi Tanaman Tahunan dan Perkebunan Dispertapa Pemkab Blitar Anita Aris Rahayu mengatakan, potensi pertanian khususnya komoditas tembakau di wilayah ini cukup baik. Untuk itu, lanjut dia, agar para petani tembakau tersebut semakin tinggi kualitas produksi dan managemen pertanian, terobosan baru pestisida nabati dinilainya jadi alternatif untuk petani menjaga ketahanan dan kemandirian ekonominya.

"Agenda hari ini adalah pelatihan manajemen pertanian terpadu dalam kelompok tani di desa Mandesan. Desa ini memang mayoritas penduduknya sudah turun temurun menjadi petani tembakau dan mempunyai potensi untuk membuat pupuk sendiri. Oleh karena itu acara saat ini adalah pengendalian penyakit tanaman pada sistem pertanian terpadu dengan mempertahankan ekosistem dan tidak menggunakan bahan bahan kimia," jelasnya.

Diakatakannya, peserta pelatihan yang terdiri 18 orang ini akan mempraktekkan cara membuat Pestisida Nabati dengan bahan dari daun Mimba, daun Bintaro, daun Salam, Lidah Buaya dan daun Tembakau. Pihaknya hanya mensosialisasikan dan petani bisa berkreasi sendiri dengan bahan bahan yang lain seperti buah mengkudu atau pace.

"Bahannya sudah melimpah, nantinya kelompok tani ini akan mendapat bantuan alat berupa blender untuk membuat pupuk tersebut," lanjutnya.

Sementara Pemateri Pembuatan Pestisida Nabati, Juniawan, menambahkan, dibuatnya pestisida nabati ini karena kabupaten Blitar kaya dengan jenis tanaman seperti Mahoni dan daun Pepaya yang selama ini belum dimanfaatkan oleh masyarakat karena belum memahami fungsinya.

"Pertanian Blitar kan tidak pernah berhenti, baik tanaman pangan, tanaman holti maupun tanaman keras, dan semua itu memerlukan pestisida. Selama ini para petani menggunakan kimia. Dengan pelatihan ini, mereka nantinya bisa membuat pupuk sendiri dan tidak bergantung pada zat kimia," ungkapnya

Menurutnya, Kabupaten Blitar merupakan penyangga kebutuhan pokok nasional, kalau Blitar menghasilkan produk non organik, maka bisa dicapai dari sini. Dengan pelatihan pembuatan pestisida nabati ini, petani bisa menghemat pengeluarannya karena bahan dasarnya bisa didapat disekitarnya.

"Alatnya cukup blender. Bahannya daun memba, daun bintaro ditambah lalu didiamkan selama 24 jam, kemudian disaring lalu disemprotkan ke tanaman," tutupnya. 

 

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait