1 Bulan Berlalu Kasus Pembunuhan 2 Bocah di Pesibar Belum Terungkap, KPAI Dorong Penegakan Hukum yang Serius dan Transparan

Senin, 30/06/2025 - 18:00
1 Bulan Berlalu Kasus Pembunuhan 2 Bocah di Pesibar Belum Terungkap

1 Bulan Berlalu Kasus Pembunuhan 2 Bocah di Pesibar Belum Terungkap

Klikwarta.com, Pesisir Barat - Kekerasan pada anak marak terjadi secara nasional, baik kekerasan secara psikis, seksualitas, dan penganiaya'an hingga berujung kematian.

Tak terkecuali di Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) Lampung, di pesisir barat, yang baru-baru ini terjadi kasus kekerasan terhadap anak hingga menyebabkan meninggalnya korban, Dua bocah kakak-beradik yang tewas mengenaskan di Pekon (Desa) Batu Raja, Kabupaten Pesisir Barat, pada bulan Mei yang lalu. 

Polisi memastikan tewasnya dua bocah kakak beradik itu merupakan korban pembunuhan. peristiwa ini diperkuat dengan luka-luka yang menganga yang terdapat pada tubuh kedua korban akibat sabetan senjata tajam, kata Direktur Ditreskrimum Polda Lampung, Kombes Pahala Simanjuntak, beberapa waktu lalu. 

Tewasnya dua bocah tersebut sangat menyita perhatian serta menguras emosi. Satu bulan telah berlalu kasus ini belum juga terungkap siapa pelaku nya?. 

Menyikapi kasus di atas, Dian Sasmita, komisioner KPAI, kepada media ini mengatakan Penegakan hukum yang serius dan transparan sangat penting, karena ini menjadi bagian untuk memenuhi rasa keadilan bagi korban, ucap Dia, Senin, (30/06/2025) di Aula Hotel Sartika,  Pesisir barat. 

Meskipun korban sudah meninggal tidak berarti dia tidak berhak atas keadilan dalam bentuk mengungkap kebenaran dalam proses hukum yang transparan. 

Untuk itu, pada kasus pembunuhan dua bocah tersebut, kami dari KPAI sangat mendukung sekali pengungkapan fakta kebenaran dengan cepat, transparan dan mengunakan pendekatan secara saintifik. Karena pendekatan proses hukum bukan hanya berdasarkan pengakuan tapi pendekatan dengan Scientific Crime Investigation, ujarnya. 

Terkait kasus ini kami secara kelembaga'an belum menerima aduan atau laporan secara resmi, kami hanya memperoleh informasi dengan membaca dari media, namun besok kami berencana  akan melakukan diskusi dengan dinas perlindungan anak di kabupaten pesisir barat terkait dengan kasus ini. 

Sekiranya ada hambatan atau kendala apa saja yang mungkin bisa kita suport dari KPAI kita akan lakukan itu, karena ini jadi kewenangan kami yaitu pungsi pengawasan sistem perlindungan anak, salah satunya terhadap potensi penanganan kasus berlarut, terang Dia. 

Dengan adanya kasus ini, komisioner KPAI ini juga mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan edukasi dan sosialisasi untuk perlindungan anak, demikian tandas Dian Sasmita. 

Untuk diketahui, kakak beradik keduanya masih dibawah umur tewas mengenaskan, terjadi di Pekon (Desa) Batu Raja, Kabupaten Pesisir Barat, pada Rabu (14/05/2025) Sekitar Pukul 22.30 WIB.

Kronologi kejadian, Keduanya berpamitan kepada ibunya untuk bermain disekitar perkebunan di dekat tempat tinggal mereka untuk mencari buah durian, Namun hingga sore hari keduanya tidak kunjung pulang ke rumah.

Karena khawatir, sekitar pukul 16.30 Wib orang tua korban kemudian melapor ke peratin atau kepala desa, atas laporan itu, bersama pihak kepolisian dan warga, kami langsung melakukan pencarian termasuk ke dalam hutan, ujar  Edwar Lin, peratin setempat. 

Pada pukul 22.30 WIB, Pencarian baru membuahkan hasil, salah seorang warga pertama kali menemukan kedua jasad korban kakak adik itu yakni  bernama Sahirin. Jasad keduanya ditemukan dalam kondisi berpelukan dan penuh luka di tubuh mereka, disebabkan oleh sabetan senjata tajam dengan kondisi yang sangat mengenaskan. 

Polisi memastikan kedua bocah itu keduanya masih dibawah umur merupakan korban pembunuhan. 

Tragedi mengenaskan ini, Sudah satu bulan berlalu, hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan terus mengumpulkan bukti-bukti petunjuk untuk membuat terang kasus ini dan mencari siapa pelakunya.

Puluhan saksi telah dilakukan pemeriksaan, namun hingga kini belum satupun  ditetapkan sebagai tersangka. 

(Pewarta : Jokson)

Berita Terkait