Masyarakat Kampung Roma Kaitana Minta Pemkab Maybrat Perhatikan Jalan Rusak

Rabu, 24/06/2020 - 14:48
Masyarakat Kampung Roma Kaitana Minta Pemkab Maybrat Perhatikan Jalan Rusak

Masyarakat Kampung Roma Kaitana Minta Pemkab Maybrat Perhatikan Jalan Rusak

Klikwarta.com, Maybrat-Papua Barat - Masyarakat Kampung Roma Kaitana meminta Kepada Pemerintah Kabupaten Maybrat, agar dapat memperhatikan jalan yang rusak di Kampung Roma Kaitana karena menghambat pembangunan.

Menyadari pentingnya trasportasi agar dapat mendukung aktifitas manusia, apalagi pada zaman modern ini, beberapa warga masyarakat Kampung Roma Kaitana melakukan pembersihan jalan dengan menggunakan alat seadannya.

Hal ini harus menjadi perhatian, karena jalan yang merupakan prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian area darat, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel.

s

Dan manfaat jalan adalah sebagai pendukung kegiatan transportasi darat yang dilakukan oleh manusia. Aktifitas transportasi masyarakat sendiri memegang peranan yang penting terkait usaha dalam mencapai tujuan ekonomi maupun non ekonomi.

Hana Ibiah salah satu warga setempat saat di temui menyampaikan “inilah penderitaan yang kami alami dan hadapi selama ini”, katanya.

Dia juga menerangkan, pernah tidak ada mobil dan motor yang masuk sehingga, untuk menunjang kehidupan kami kadang kesulitan.

“Pernah bahan bangunan di pikul jalan kaki menuju kampung tersebut, sehingga harus segera ada perhatian serius untuk menangani jalan ini”, imbuh Hana Ibiah saat ditemui media  ini di Kampung Roma Kaitana, Senin (22/06/2020).

"Saya berharap pemerintah Kabupaten Maybrat dalam hal ini OPD terkait untuk memperhatikan jalan yang rusak, agar kedepan dapat menunjuang kehidupan masyarakat di Kampung Roma Kaitana ini” harapnya.

Perlu diketahui, jalan yang rusak diperkirakan sekitar 4 Km dan hal ini sudah dialami masyarakat kurang lebih sudah 4 tahun.

“Masyarakat sudah banyak mendapat kendala, apalagi  kalau musim hujan, kendaraan tidak bisa masuk ke kampung ini”, tandas Hana Ibiah.

(Pewarta : Imanuel Tahrin)

Berita Terkait