Politik Bukan Alat Perusak Persatuan Tetapi Alat Perjuangan untuk Membela Keadilan
Klikwarta.com, Maybrat - Usia Kabupaten Maybrat kini memasuki 11 Tahun tetapi banyak mengisahkan pengalaman yang baik dan buruk di Masyarakat.
Menurut Yulianus Hora sebagai Tokoh Muda di Kampung Afkrem." banyak rumah di bakar, orang pindah dari satu kampung ke Kampung yang lain, selain Kampung Afkrem ada beberapa Kampung di Aifat raya jadi Korban diantara Kampung Susumuk,Kampung Frawebo, Kampung Tahite, Kampung Kokas dan masih banyak Kampung lain yang kita tidak bisa sebut,banyak harta benda korban persatuan yang dulu akur, sekarang tidak akur lagi ini semua akibat dari Politik Pemilukada Kabupaten Maybrat
Hora juga sebagai saksi hidup yang melihat banyak kejadian yang terjadi akibat Pilkada, diantara rumah dibakar,gereja dibakar, orang di usir dan masih banyak hal lain terjadi.
Akibat dari hal ini banyak kampung yang di mekarkan, persatuan orang Maybrat tidak utuh lagi seperti dulu.
Melihat sejarah kabupaten Maybrat,murni perjuangan Masyarakat yang menginginkan kesejahteraan,tetepi heran mereka di usik lagi?
Untuk para intelektual kalau ada politik jangan memprofokasi tetapi harus saling mempromosikan, karena masyarakat hari belum mengerti apa arti politik yang sebenarnya, dalam perbedaan pendapat itu biasa tetapi harus ada jalan kita berdialog, orang yang biasa bikin masalah dalam masyarakat itu adalah orang yang berhenti belajar karena merasa pandai, karena masyarakat ini ibarat rumput kering yang mudah terbakar kalau ada api.
Maybrat adalah rumah tempat berlindung untuk Orang Maybrat di hari tua sampai akhir menutup mata,masa sebagai intelektual kita harus membakar rumah sendiri,saya merasa haru dan iba melihat masyarakat terpecah seperti ini,hari ini kamu terpesona dengan pesona dunia ,kini kamu tidak seperti yang dulu.
Sebagai Masyarakat ,mengutuk, menentang dan melawan semua terjadi selama ini, sedangkan bheka Tunnggl Ika mengajarkan kita berbeda-beda tetapi tetap satu jua
Lanjut Marthen Atanay sebagai Kordinator Save Ayamaru menyatakan, saya dan orang tua saya juga sebagai salah korban, rumah dibakar di Kampung Frawebo Distrik Aifat Kabupaten Maybrat , akibat Pilkada Maybrat,kita akan mengikuti Pilkada Kabupaten Maybrat pada Tahun 2024,jadi saya berharap kepada semua Para intelektual yang punya kepentingan jangan memprofokasi Masyarakat hal atau memancing ke marahan Masyarakat, kalau ada Intelektual yang memprofokasi untuk melakukan hal-hal seperti ini, jangan dengar itu hanya kepentingan mereka saja.
Saya juga berharap kepada semua Intelektual yang ada mari kita ciptakan politik yang damai dan sejek untuk di lihat generasi kita, kalau buat seperti ini generasi Muda Maybrat akan mewariskan hal yang buruk seperti ini,dan akan menimbulkan perpecahan untuk kita, politik itu hanya alat perjuangan yang kita pakai untuk menciptakan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat bukan alat Perusak Persatuan,dulu orang bersatu, orang jalan kaki,bisa tidur di Ayamaru lalu ke Teminabuan,kini Ibu Kota Kabupaten Sorong Selatan,Kita bisa Pele Gona dengan orang Ayamaru, tetapi sekarang ini kenapa tidak bisa seperti dulu ,seperti Kata Pepatah "Bersatu Kita Teguh bercerai kita Runtuh
Marilah kita tingkatkan persatuan dan ke satuan seperti dulu lagi dan membangun Maybrat yang baik untuk generasi yang akan datang.tutur Atanay (Frawebo,31-03-2021)
(Pewarta : Imanuel Tahrin)








