Potensi Ekspor Bawang Goreng Indonesia Tembus Pasar Amerika

Selasa, 14/01/2025 - 22:21
Ilustrasi bawang goreng

Ilustrasi bawang goreng

Klikwarta.com, Jakarta - Sobat KUKM, Pasti kalian sering mendapati makanan kalian dicampurkan dengan bawang goreng sebagai pelengkap makanan kalian. Makanan yang berasal dari bawang merah bisa meningkatkan selera lidah untuk menikmati masakan yang dihidangkan. Selasa (14/1)

Memang terdengar sederhana, akan tetapi, terdapat fakta jika pelaku UMKM yang dapat meraih keuntungan besar dari bisnis olahan bawang ini. 

Sobat KUKM, berikut ini simak bagaimana potensi pasar dan keuntungan dari usaha bawang goreng! Seperti apa, ya?

Peluang Usaha Bawang Goreng

Sobat KUKM, Potensi usaha bawang goreng bisa menjadi salah satu usaha sampingan yang menjanjikan. Tak hanya proses produksi yang mudah dilakukan, modal bahan baku juga terjangkau. 

Selain mengetahui peluang usaha bawang goreng di Indonesia, Sobat KUKM, juga harus tau bagaimana melihat potensi pasar di luar negeri. Berdasarkan data dari Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT. Permata Indah Rubaru berhasil ekspor sekitar 8 kwintal atau 3.000 kemasan bawang goreng ke Belanda. 

Data nilai ekspor bawang merah goreng berhasil tembus mencapai US$ 400 ribu. atau sekitar Rp 6,3 miliar. Hal ini tentu membuktikan bahwa peluang usaha goreng tidak hanya memiliki minat pasar yang tinggi di Indonesia saja, melainkan ekspor ke luar negeri juga.

Melihat tingginya potensi bisnis olahan bawang di Indonesia, lantas negara mana saja yang menjadi potensi ekspor bawang goreng ke luar negeri? Yuk, simak pembahasan lebih lengkapnya di bawah berikut!

Jepang

Sobat KUKM, Jepang menjadi salah satu negara dengan potensi ekspor bawang goreng yang cukup tinggi setelah Singapura. Berdasarkan data Export Potential Map, Jepang menduduki peringkat ke-4 sebagai negara yang memiliki potensi terbesar ekspor bawang merah. 

Hal ini terlihat melalui nilai potensi ekspornya sebesar $1,1 juta yakni mencapai Rp17 miliar. Sedangkan nilai ekspor sebenarnya saat ini telah mencapai $13 ribu atau setara Rp203 juta.

Selain itu, beberapa pengusaha lokal juga sudah pernah mengekspor olahan bawang merah ke negeri sakura tersebut. Diketahui salah satu produsen bawang goreng dari brand Hunay telah pernah mengekspor ke negara tersebut sejak tahun 2019..

Pada tahun tersebut, tercatat Hunay mengirim bawang goreng sebesar 990 kilogram dan jumlah kapasitasnya naik mencapai 2 ton pada tahun 2020. Kenaikan ini terus bertambah dengan menerapkan berbagai standar yang harus dipenuhi dalam proses Good Manufacturing.

Malaysia

Negara selanjutnya yang telah membuka ekspor bawang goreng dari Indonesia adalah Malaysia. Dilansir melalui Kemendag.go.id, Menteri perdagangan Agus Suparmanto telah melepas ekspor bawang merah  goreng secara simbolis yang diproduksi dari PT. Inti Sumber Citra Rasa ke Malaysia.

Ekspor ini dilakukan dengan mengirimkan 20 ton dari 100 ton bawang merah goreng melalui pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara. Pelepasan ekspor produk ini merupakan wujud konkret Pemerintah bersama para pelaku bisnis untuk terus berupaya menjaga neraca perdagangan.

Adapun nilai potensial ekspor bawang merah di negara ini bisa mencapai $191 juta. Yang mana total perdagangan bawang merah segar dengan Indonesia mencapai $12 miliar.

Data ini menunjukkan Malaysia menduduki peringkat 5 setelah negara Jepang. Hal ini tentunya bisa menjadi peluang pasar yang bisa dimanfaatkan bagi para pelaku UMKM di Indonesia agar bisa bersaing hingga ke luar negeri. 

Amerika Serikat

Negara selanjutnya yang memiliki potensi ekspor terhadap bawang goreng adalah Amerika Serikat. Terlebih aktivitas ekspor bawang merah ke negara satu ini terbilang cukup tinggi untuk para petani lokal.

Dilansir melalui data Export Potential Map, nilai potensi ekspor bawang goreng di Amerika Serikat ini bisa mencapai $523 ribu atau sama dengan Rp8,1 miliar. Sementara total perdagangan barang dengan Indonesia berhasil meraih hingga $26 miliar.

Bawang merah goreng asal Indonesia memang sudah dikenal di Amerika hingga Australia. Permintaannya pasarnya cukup tinggi yang mana datang dari kalangan usaha makanan skala mikro, industri, hingga penjualan ritel.

Filipina

Negara terakhir yang memiliki potensi ekspor terhadap bawang goreng adalah Filipina. Nilai potensi ekspor di negara ini bisa mencapai $435 ribu dengan ekspor sebenarnya $1,7 ribu atau sebesar Rp1,6 miliar.

Meski nilai tersebut tidak sebesar Thailand, Vietnam, dan Singapura, kebutuhan pasar akan bawang goreng di negara ini cukup tinggi. Konon masyarakat di sana sangat menggemari bawang sebagai bahan masak maupun topping pada hidangan sehari-hari mereka.

Hal ini dikarenakan bawang menjadi salah satu bahan makanan yang mewah di Filipina. Tentunya dampak tersebut menjadikan bawang merah memiliki nilai harga yang cukup tinggi.

Meski begitu, kebutuhan olahan bawang banyak dibutuhkan baik untuk usaha skala mikro hingga industri besar. Sehingga hal ini dapat dilihat bahwa pasar bawang merah di Filipina terbilang cukup menjanjikan bagi para petani di Indonesia.

Nah, itu dia Sobat KUKM 4 negara dengan potensi ekspor bawang goreng yang cukup tinggi. Dari daftar di atas, bisa diketahui bahwa peluang ekspor untuk produk bawang goreng bisa menghasilkan keuntungan yang cukup besar bagi para petani lokal maupun pengusaha UMKM daerah.

Mengingat bawang goreng memang sangat cocok menjadi bahan pelengkap di setiap hidangan dari berbagai belahan negara. Dengan menawarkan produk bawang goreng berkualitas, tentu peluang untuk mengekspor ke luar negeri semakin luas.

(Kontributor : Arif)

Berita Terkait