Lewat Talkshow, Generasi Muda Diajak Mengunjungi Museum

Senin, 01/08/2022 - 21:10
Talkshow Sapa Jogya di TVRI Yogyakarta

Talkshow Sapa Jogya di TVRI Yogyakarta

Klikwarta.com, Yogyakarta, 1 Agustus 2022 -Sebuah bangsa yang besar dapat dilihat dari seberapa masyarakatnya menghargai sejarah bangsanya.

Ungkapan yang diucapkan oleh sang Proklamator, Ir Soekarno tersebut diucapkan kembali oleh kepala Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Kolonel Sus Yuto Nugroho saat mengisi acara Talkshow Sapa Jogja di TVRI Yogjakarta, Rabu (27/7). 

Acara Talkshow Sapa Jogja disiarkan TVRI Yogjakarta kerja sama dengan Forum Komunikasi Museum Kabupaten Sleman (FKMS). Selain talkshow, kerja sama juga diwujudkan dalam pameran koleksi 15 museum  anggota FKMS di Lobi TVRI, yang digelar sejak tanggal 15 Juli hingga 9 Agustus 2022 mendatang.

Kolonel Sus Yuto Nugroho menambahkan berbagai peristiwa yang terjadi sebelum dan sesudah kemerdekaan sejatinya menyimpan banyak pelajaran. Sayangnya masih banyak generasi sekarang yang tidak mengerti dan paham sejarah bangsa.

"Generasi penerus harus mengerti dan memahami sejarah perjuangan bangsanya. Bung Karno selalu berpesan, jangan sesekali melupakan sejarah," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kolonel Sus Yuto Nugroho mengajak masyarakat utamanya generasi muda untuk berkunjung ke museum. Menurutnya aneka koleksi museum menyimpan cerita-cerita sejarah yang membanggakan sehingga bisa menjadi sarana untuk mentransfer semangat perjuangan.

Sementara  Ketua Tim Perencanaan dan Pengendalian Penyiaran Berita TVRI Yogyakarta, Saktiono Wahyujati mengungkapkan pameran koleksi museum di Lobi TVRI Yogyakarta sebagai kolaborasi strategis. Di satu sisi, TVRI bisa melaksanakan edukasi mengenai pelestarian nilai-nilai budaya dan kebangsaan melalui koleksi museum, di sisi lain TVRI Yogyakarta melayani kebutuhan publik akan ruang pamer.  

"Terima kasih kepada para pengelola museum yang tergabung dalam FKMS karena telah mempercayai TVRI Yogyakarta menjadi mitra untuk melakukan edukasi dan penyebaran informasi permuseuman sebagai jejak peradaban," pungkasnya.

(Kontributor : Arif)

Berita Terkait