Desak Pencabutan UU Cipta Kerja, Ratusan Mahasiswa Demonstrasi di Depan Boulevard Kampus Univet Bantara Sukoharjo

Jumat, 09/10/2020 - 00:43
Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa di depan boulevard Univet Bantara Sukoharjo Jawa Tengah.

Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa di depan boulevard Univet Bantara Sukoharjo Jawa Tengah.

Klikwarta.com, Sukoharjo - Gelombang penolakan terhadap pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja menjadi UU Omnibus Law Cipta Kerja terus dilakukan di berbagai daerah termasuk di wilayah Solo Raya.

Di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Perlawanan Sukoharjo juga menggelar demonstrasi, di kawasan lampu merah boulevard Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Kamis (8/10/2020), pukul 13.00 WIB.

Lewat orasinya, mahasiswa mendesak pemerintah dan DPR RI untuk mencabut kembali UU Cipta Kerja. Mahasiswa juga menyebut DPR sebagai Dewan Penghianat Rakyat yang kemudian disambut dengan teriakan "revolusi" oleh peserta aksi.

Dalam demonstrasi mahasiswa itu, sejumlah pengunjuk rasa juga melakukan aksi teaterikal dan pembacaan pusi juga membawa spanduk dengan sejumlah tagar dan tulisan, di antaranya Jegal Sampai Gagal, Tolak Politik Upah Murah, Cabut UU Cipta Kerja, Dukung Buruh Mogok Kerja dan Mosi Tidak Percaya.

Mahasiswa juga mengecam keras kebijakan pemerintah yang seharusnya tidak mengesahkan undang - undang tersebut di saat rakyat Indonesia tengah menghadapi pandemi Covid-19.

"Jika hak azasi rakyat telah dilanggar oleh pemerintah, maka saatnya masyarakat boikot bayar pajak. Karena jelas Undang - Undang Cipta Kerja bukan berasal dari rakyat dan hanya melindungi kepentingan para investor serta pengusaha. Seharusnya pemerintah saat ini lebih fokus menangani Covid-19. Pemerintah dan DPR hanya mementingkan kepentingannya sendiri, bukan kepentingan rakyat. Cabut Undang - Undang Cipta Kerja!," tegas salah satu orator aksi, M Oki Saputro.

l

Menurut para mahasiswa, pengesahan UU Cipta Kerja juga dianggap telah melanggar prosedur dan menciderai demokrasi karena proses yang tidak transparan dan tidak melibatkan institusi publik secara menyeluruh.

Demonstrasi tersebut diwarnai aksi saling dorong dan membuat seorang pengunjuk rasa terjatuh disaat aparat kepolisian menghalau pengunjuk rasa yang telah membentuk lingkaran barisan dan hendak memasuki jalan raya Solo - Wonogiri di kawasan Jalan Letjend Sujono Humardani.

Pengunjuk rasa pun sempat bersitegang dengan aparat saat dicegah untuk tidak membakar ban dan spanduk juga kardus serta sampah gelas air mineral di tengah jalan di depan boulevard kampus setempat. Pelarangan itu membuat pengunjuk rasa tidak terima dan kembali melempari aparat dengan gelas dan botol air mineral juga sejumlah batu. Aparat kepolisian pun kembali berupaya menghalau massa dengan menggunakan seekor anjing pelacak untuk mengkondisikan situasi. Meski tak sampai terjadi bentrokan, namun kejadian itu membuat suasana sempat memanas. 

Sejumlah personil TNI pun turun tangan untuk meredam kemarahan demonstran dengan menemui sejumlah peserta aksi serta melakukan negosiasi, sebelum akhirnya sekira pukul 17.30 massa bersedia membubarkan diri dan masuk menuju kampus Univet Bantara Sukoharjo.

Sementara itu, aksi serupa juga terjadi di Bundaran Kartasura, Sukoharjo. Kapolres Sukoharjo, AKBP. Bambang Yugo Pamungkas saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya telah menyiagakan sejumlah personil di dua lokasi demonstrasi, yaitu di Sukoharjo Kota dan kawasan Kecamatan Kartasura.

“Kami telah mengerahkan 850 personil yang terdiri dari 750 anggota polisi dibantu 150 personel TNI juga dari Satpol PP Sukoharjo,” kata AKBP. Bambang Yugo Pamungkas.

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Berita Terkait